Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Doping: Pencabutan Sanksi WADA Terhadap LADI - Indonesia
SAPPORO, Jepang - SportsChannelIndonesia - Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Menpora Imam Nahrawi pada 17 Pebruari lalu mendapatkan surat dari Olivier Niggli selaku Dirjen WADA (World Anti Doping Agency). Surat tersebut sangat penting bagi Indonesia.

Berdasarkan hasil sidang Komisi Review World Anti-Doping Agency (WADA) tanggal 17 February 2017 telah dinyatakan, bahwa sanksi WADA terhadap Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) dicabut. Pencabutan sanksi tersebut didasarkan atas langkah-langkah perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah (Kemenpora) bersama sama dengan LADI dalam dua bulan terakhir sejak sanksi diberikan kepada LADI pada November 2016.

Dicabutnya sanksi oleh WADA tersebut, maka akan semakin memudahkan kerja pengawasan doping di Indonesia.  Kemenpora mendorong LADI bekerja keras khususnya dalam rangka menghadapi dan mempersiapkan Asian Games 2018.

Persiapan Asian Games harus menjadi salah satu prioritas kerja LADI dalam satu tahun ke depan. Selain itu, tugas utama LADI untuk mencegah doping dalam olahraga.

Pemerintah terus mendorong agar LADI terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan WADA,  dan mematuhi peraturan lembaga anti-doping dunia tersebut. Kejadian penjatuhan sanksi kepada LADI agar benar-benar menjadi pembelajaran.

Kasus doping PON dan PEPARNAS di Jawa Barat (2016) memberi gambaran  besarnya tanggungjawab yang harus diemban LADI ke depan.  Jumlah 14 atlet yang terindikasi menggunakan doping, menjadi signal kuat tantangan yang dimaksud. 

Semua pihak, atlet,  pelatih,  pengurus cabang olahraga harus terus menerus diberikan pemahaman tentang doping. Atlet yang terus berganti,  demikian juga pelatih dan pengurus memaksa LADI harus melakukan sosialisasi dan edukasi secara terus menerus. 

Untuk itu menjadi kewajiban LADI untuk lebih aktif sosialisasi kepada seluruh cabang olahraga dengan berbagai cara. Termasuk penggunaan layanan internet yang mudah diakses secara real time dimanapun berada dengan konten yang terus ter up date. Sehingga, tidak ada alasan bagi atlet tidak mengetahui adanya bahan-bahan obat-obatan dan makanan serta minuman tertentu yang ternyata dianggap anti doping. (*/eko)

Sumber: Siaran Pers No. 8/Kom-Publik/Kemenpora/2/2017