Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
INASGOC di OCA Executive Board Meeting Ke-69: Persiapan Coorcom VI yang Krusial di Masalah Cash Flow
SAPPORO Jepang - SportsChannelIndonesia - Menurut Ketua KOI Erick Thohir, peserta executive board meeting terpuaskan dengan presentasi yang disampaikan Indonesia. Tak hanya soal progress fisik, tapi juga konsep look for the games yang melibatkan Kementerian BUMN dan marketing the games dengan memanfaatkan dukungan digitalisasi teknologi.

"Hal ini baru pertama kali dilakukan di Asian Games, sehingga presentasi tadi memuaskan peserta executive board. Pihak OCA sendiri puas akan upaya pemerintah Indonesia yang mengupayakan akan persiapan Asian Games berjalan maksimal. Sebab, Takeda juga melaporkan bahwa dirinya sudah bertemu dengan wakil Menteri Keuangan  kita, sehingga sudah tidak ada masalah, karena pemerintah sudah menggaransi soal pendanaan, jelas Erick yang juga menjabat Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Delegasi Indonesia yang hadir di Sapporo terdiri dari Wakil Presiden INASGOC, Gatot D Dewabroto; Deputi  I INASGOC/Games Operations, Raja Parlindungan Pane; Deputi II INASGOC/Games Administration, Francis Wanandi; Plt Sekjen INASGOC, Harry Warganegara; Direktur Marketing INASGOC, Helen Sarita de Lima; dan Wakil Bendahara Umum KOI, Adinda Yunita.

Erick menyatakan, Coordination Committee Meeting ke-6 yang akan berlangsung di Palembang dan Jakarta, 5-6 Maret akan krusial karena pihak OCA akan kembali menanyakan soal cashflow, meskipun pihak OCA sudah bertemu langsung dengan perwakilan pemerintah yang terkait hal itu.

'Soal anggaran 4,1 Triliun untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 merupakan angka yang masuk akal, sehingga tidak jauh dibandingkan penyelenggaraan ajang serupa lainnya, ungkap Erick.


Gatot S Dewa Broto (kiri), sanksi dari WADA sudah dicabut. (Foto: INASGOC)

Hal lain yang ditambahkan Gatot Dewabroto berkaitan dengan pencabutan sanksi WADA (Badan Doping Dunia) atas Indonesia yang dinilai kurang kondusif dalam mendukung masalah anti doping.

"Kami berterima kasih kepada OCA dan WADA karena dua hari lalu sanksi itu dicabut. Sehingga sungguh tidak etis jika saat executive board ini berlangsung, kita sebagai tuan rumah Asian Games 2018 masih terkena sanksi. Oleh sebab itu, ke depan kami akan membenahi hal doping demi mempersiapkan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, jelasnya. */Eko Widodo