Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Kejuaraan Balap Sepeda Asia 2017: Debut M Fadly di Paracyling Cukup Menjanjikan
BAHRAIN - SportsChannelIndonesia - Sekitar 1,5 tahun setelah kecelakaan fatal yang mengakhiri karirnya sebagai pebalap motor, M. Fadly kembali ke sirkuit. Kali ini, dia menukar motor 600cc dengan sepeda time trial dan turun mewakili Indonesia di Kejuaraan Balap Sepeda Asia 2017 di Bahrain, Sabtu (25/2).

M. Fadly turun di disiplin paracycling nomor Individual Time Trial kelas C4. Debutnya di balap sepeda cukup menjanjikan setelah dia menempati peringkat empat dalam lomba yang berlangsung Sabtu (25/2).

Manajer tim Budi Saputro mengatakan penampilan Fadly cukup di luar dugaan mengingat ini adalah debutnya. Penampilan Fadly cukup baik karena ini kan event pertama untuk dia di balap sepeda. Secara mental, Fadly juga terlihat sangat bersemangat. Sebelum lomba dia terlihat sangat enjoy. Mungkin karena dia sudah terbiasa saat masih balap motor, ujar Budi.

Dia mengatakan bahwa India adalah lawan yang sangat berat karena negara tersebut sangat fokus di paracycling.

Event ini bukan hanya yang pertama untuk Fadly, tapi juga untuk kami dari PB ISSI, sehingga kami belum kenal betul dengan kekuatan lawan. Tim India memang sangat bagus. Mereka menurunkan delapan atlet di kategori C, katanya lagi.


M. Fadly menempati peringkat keempat dalam penampilan perdana. (PB ISSI)

Kategori C adalah kategori untuk para atlet yang memiliki kelemahan pada otot dan/atau gangguan koordinasi, atau mereka yang diamputasi. Federasi balap sepeda dunia, UCI, membagi lagi tiap kategori dengan angka satu hingga lima dengan satu merujuk pada gangguan/keterbatasan yang paling parah dan lima untuk kasus yang paling ringan.

Di kategori C, Fadly berlomba dengan delapan atlet lain dari kelas C2 hingga C5. Atlet berusia 32 tahun ini mencatat waktu, 24 menit 1,89 detik, dan menempati peringkat 4 di peringkat keseluruhan.

Untuk memastikan semua atlet berkompetisi secara adil, UCI memberlakukan performance factor sesuai kategori. Alhasil, Abhisek (India) yang turun di kategori C2 dan mencatat waktu total 24 menit 0,28 detik berhak menempati peringkat pertama setelah catatan waktunya dikalikan dengan performance factor senilai 89,56 menjadi 21 menit 29,91 detik.

Peringkat kedua ditempati Shah Divij, juga dari India, yang mencatat waktu 23 menit 14,56 detik di kelas C5, disusul atlet India lain di kelas C4 Singh Harinder di urutan ketiga dengan waktu 23 menit 54,87 detik yang dikalikan performance factor 98,12 sehingga waktunya menjadi 23 menit 27,89 detik. Fadly sendiri di peringkat empat dengan waktu konversi 23 menit 34,78 detik.

Pada hari kedua, Minggu (26/2), atlet Indonesia Liontin Evangelina Setiawan akan turun di nomor women junior ITT yang akan dimulai pukul 11.30 waktu setempat. (*/eko)