Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Menerima Pengurus Cricket Indonesia, Menpora Ingin Cricket Berprestasi di SEA Games 2017 Malaysia
JAKARTA - SportsChannelIndonesia - Hari Senin (27/3) pagi Menpora Imam Nahrawi didampingi Plt. Deputi Peningkatan Prestasi Washinton menerima audiensi dari  Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PPPCI) Aziz Syamsudin yang hadir bersama Wakil Ketua Abhiram S. Yadav, Ketua Binpres Albert, Wakil General Manager Abie Firmansyah dan Sekjen Arsyad di ruang kerjanya lantai 10 Kemenpora, Senayan, Jakarta.

Kepada Menpora, Aziz menyampaikan bahwa Cricket memohon lapangan untuk berlatih di daerah Pulo Mas, Jakarta. Menurutnya, pihaknya telah bertemu dengan Jakpro dan KOI dan beberapa pihak lain yang pada prinsipnya mendukung. "Mereka prinsipnya setuju baik dari alokasi tanah dan anggarannya hanya saja meminta surat rekomendasi persetujuan dari Menpora," ujar Aziz.  

Ia melanjutkan pihaknya telah menyiapkan pengurus untuk PON Papua mendatang, terkait SEA Games 2017 di Malaysia, Aziz optimis cricket mampu meraih medali dan mengharumkan nama bangsa. "Kami mengusulkan Pak Menteri agar cricket dapat masuk di Satlak Prima baik untuk atlet putra dan putrinya, parameter kita di SEA Games Agustus 2017 Malaysia putri meraih medali emas dan putranya perak atau perunggu," katanya.  

Di beberapa pertandingan persahabatan cricket Indonesia yang saat ini di peringkat 43 dunia dari sebelumnya peringkat 134 mampu berbicara banyak seperti menang melawan Singapura, Malaysia, Korea Selatan dan Jepang, meski masih belum mampu juara saat melawan Australia dan New Zealand. 

"Apabila di tingkat SEA Games target kita meleset maka di Asian Games kita akan tahu diri Pak Menteri, tanggal 14 hingga 22 April kami mengundang Pak Menteri untuk membuka Pertandingan Cricket Bali Six yang di ikuti 16 negara di Lapangan Udayana Bali selanjutnya di lanjutnya Kartini Cup," tambah Pria yang menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR RI itu.  

Sekjen PPPCI Arsyad dalam kesempatan itu memohon kepada Menpora agar cabor cricket tetap dapat di pertandingkan di Asian Games 2018 dengan beberapa pertimbangan menyusul akan adanya pengurangan cabor di Asian Games 2018. "Jika alasannya biaya (budgeting) semua peserta yang nantinya hadir di Asian Games akan membayar 50 US$ per orang dan wajib dan pendanaan itu akan dilimpahkan ke Inasgoc terlebih apabila cricket tidak dipertandingkan maka akan dapat banned dan pemotongan anggaran dari ICC serta penurunan peringkat dunia," urainya.  

Mendengar beberapa hal itu menurut Menpora terkait pengurangan beberapa cabor akan ada alat ukurnya yakni prestasi untuk criket memang luar biasa mampu menaikkan peringkat dunia hanya dalam waktu dua tahunan dari peringkat 130-an menjadi 43 dunia. "Terima kasih telah memberikan beberapa informasi prestasi. Meski pertandingan persahabatan, namun harus tetap ada analisa yang dominan sekali dimana cricket seperti India, Pakistan, Australia," ujar Menpora.  

Terkait prinsip efisiensi di Asian Games adalah prinsip yang di dorong OCA karena di Asian Games Incheon itu hanya 36 cabor sedangkan di Indonesia 42 cabor. "Memang untuk jumlah cabor belum final hingga Agustus mendatang.  Untuk itu penting sekali SEA Games Malaysia menjadi parameter sehingga nantinya saya laporan ke Bapak Wakil Presiden dapat berjalan lancar meski beliau inginkan adanya efisiensi semoga beliau mempertimbangkan," katanya. (*/eko)

Foto:
Kemenpora