Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Menko PMK Berharap Pihak Swasta Ikut Sukseskan Pelaksanaan Asian Games 2018
JAKARTA - SportsChannelIndonesia - Rapat intensif persiapan pelaksanaan Asian Games 2018 terus dilakukan oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla. Hari Kamis (30/3) pagi Wapres Jusuf Kalla memimpin langsung rapat pembahasan sponsor Asian Games 2018 yang diikuti oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani bersama Menpora Imam Nahrawi, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Wamen ESDM) Arcandra Tahar, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara serta Deputi II Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc) Francis Wanandi di Kantor Wakil Presiden RI, Jl. Merdeka Utara, Jakarta.

Sehari sebelumnya Wapres telah mengggelar rapat serupa terkait pelibatan beberapa universitas nasional guna mendukung sport science untuk Asian Games 2018 mendatang. Seperti diketahui Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games wajib sukses dalam dua hal yakni sukses prestasi yang di pangku oleh Kemenpora dalam hal ini Satlak Prima dan sukses penyelenggaraan. 

Menko PMK Puan Maharani menyampaikan pada prinsipnya semua harus berperan serta dan bergotong royong untuk membantu suksesnya Asian Games 2018. "Pada rapat kali ini kita fokuskan untuk pembahasan sponsorship dari BUMN dan swasta nasional bahkan pihak sponsor luar negeri agar berperan serta mensukseskan, misalnya kita harap Kominfo proaktif mengundang swasta-swasta yang berkaitan dengan telekomunikasi, kemudian perusahaan yang ada di ESDM berperan serta, juga dari pengusaha-pengusaha dan sebagainya," ujar Menko PMK yang di temui usai rapat.

Menurut dia, sesuai arahan Wapres Jusuf Kalla maksimal anggaran APBN yang dikeluarkan untuk biaya penyelenggaraan saja adalah Rp 4,5 triliun, pemerintah membuka luas untuk siapa saja yang berpotensi menjadi prioritas sponsor Asian Games 2018. "Yang telah dikaji hingga saat ini kemungkinan anggaran APBN belum final masih dapat diefektifkan lagi melalui pengurangan apabila nanti sponsorshipnya dapat lebih banyak dari yang di targetkan," katanya.

Ia menjelaskan untuk pelaksaan Asian Games anggaran APBN tidak hanya sejumlah itu tetapi sudah keluar hampir Rp 30 triliun untuk sarpras, LRT dan sebagainya. "Target perolehan dana dari sponsorship antara Rp 1,5 hingga Rp 2 triliun," urainya.

Kemenpora sendiri akan mendapatkan pelimpahan kewenangan dari Kemenkeu berkaitan dengan sponsorship, pengadaan dan lain sebagainya dalam bentuk satuan kerja (Satker) dan akan digunakan Inasgoc bernegosiasi dengan pihak ketiga (sponsor) melalui sistem Badan Layanan Umum (BLU). Terkait jumlah cabang olahraga, Menko mengatakan pihaknya telah meminta Kemenpora dengan Inasgoc agar melakukan penawaran dengan OCA. "Maksimal ada 36 cabang olahraga seperti di Asian Games Incheon, Korea," ucapnya.

Menpora Imam Nahrawi menambahkan, berkurangnya enam dari 42 cabor yang akan dipertandingkan di Asian Games adalah non-sport olympic dan non-usulan tuan rumah. "Jadi ada 30 sport olympic yang dipertandingkan tetapi ini semua belum final saya harap bersabar karena menentukan mana enam cabor yang akan dihapus tidak mudah karena masing-masing memiliki ekspektasi besar meraih medali teapi ada track record yang dapat dinilai dan momentum SEA Games Malaysia 2017 sebagai pembuktian," ucap Menpora.

"Ada beberapa opsi yang akan kita negosiasikan dengan OCA sebagai semangat cost effective terkait cabor, yang pasti sport olympic tidak akan dikurangi karena Asian Games adalah jenjang ke olimpiade, saat ini belum dapat kami sebutkan cabor apa saja yang enam karena masih dalam proses," tutup Menpora.

Ikut hadir mengikuti rapat Staf Khusus Menteri BUMN Devy Suraji, Pjs Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia Carmelita Hartoto, Ketua Bidang Olahraga Raja Satpa Oktohari, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta Kamdani, Direktur Marketing Inasgoc Hasani Abdul Gani serta Direktur Promosi Ade Lukman. (*/eko)