Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Wakil Presiden Gelar Rapat Maraton Persiapan Asian Games 2018
JAKARTA - SportsChannelIndonesia - Kerja cepat dalam rangka persiapan Indonesia menuju Asian Games 2018 Jakarta-Palembang langsung diperlihatkan Wakil Presiden, Jusuf Kalla yang menjabat Ketua Tim Pengarah Asian Games 2018.Usai melakukan rapat kerja khusus di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Rabu (15/3), lalu disusul dengan rapat pada Senin (25/3) saat menerima laporan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono tentang perkembangan pembangunan venue-venue Asian Games 2018, wapres menggelar rapat kerja lanjutan dengan Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) yang berlangsung, Sabtu (25/3) di kantor Komite Olimpiade Indonesia (KOI)/INASGOC, FX Building, lantai 19, Senayan, Jakarta.

Rapat tersebut dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Menpora, Imam Nahrawi, Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Ardan Adiperdana, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP), Agus Prabowo, Dirjen Cipta Karya, Sri Hartoyo, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, dan Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono. Selain itu juga hadir, Presiden INASGOC, Erick Thohir beserja jajarannya di Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan INASGOC, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Tono Suratman, dan Ketua Satlak Prima, Ahmad Sutjipto.

Dalam rapat yang berlangsung dua jam lebih itu, selain mendengarkan paparan dari empat deputi INASGOC, Jusuf Kalla juga membahas beberapa hal penting, seperti pengurangan cabang olahraga, sponsorship, marketing, broadcast, teknologi informasi, dan anggaran panitia pelaksana.

Tak hanya bertanya di setiap deputi usai menyampaikan presentasi, Jusuf Kalla juga langsung memberikan solusi atas masalah yang disampaikan. Antara lain, masalah marketing, siaran televisi, dan upacara pembukaan. Bahkan, berulang kali Wapres langsung meminta tanggapan dai BPKP, LKPP, dan Menkominfo atas masalah yang disampaikan INASGOC, antara lain mengenai kerjasama sponsor, pengawasan pendanaan, dan teknologi informasi.

"Rapat ini melanjutkan pertemuan di Kemenpora lalu. Hanya kali ini lebih fokus ke hal-hal teknis menyangkut pengurangan cabang olahraga, sarana pertandingan, sponsorship, anggaran, upacara pembukaan, serta broadcast yang merupakan kunci agar pelaksanaan Asian Games bisa meninggalkan hal yang positif," ungkap Wapres, Jusuf Kalla, dalam jumpa pers usai rapat.

Jusuf Kalla juga mengharapkan kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat. Baik itu kementerian dan juga lembaga yang ada agar tugas negara ini bisa dilaksanakan dengan baik. "Waktu tinggal 17 bulan, dan semua kendala harus diselesaikan segera mungkin. Oleh sebab itu dibutuhkan kerjasama dan saling dukung," tambahnya.

Bagi INASGOC, kehadiran dan atensi wapres perdana ke kantor panitia pelaksana Asian Games 2018, mengandung dua arti. "Pertama, perhatian besar orang nomor dua di republik ini yang juga ketua pengarah yang ingin agar Asian Games berjalan sesuai tujuan yang diterapkan. Ini merupakan momen sejarah. Lalu, kunjungan itu memberikan motivasi kepada kami agar bekerja cepat dan disiplin demi mewujudkan empat sukses , yakni sukses penyelenggaraan, prestasi, ekonomi, dan administrasi yang diharapkan," ujar Presiden INASGOC, Erick Thohir.

Erick juga menyampaikan apresiasinya atas solusi langsung yang ditawarkan wapres atas setiap masalah yang disampaikan INASGOC. "Kami menghargai dan berterima kasih atas solusi yang diutarakan Wapres, terutama dalam menjawab pertanyaan apakah pendapatan dari marketing, merchandise, tiket, dll bisa langsung digunakan INASGOC? Kami menilai rapat ini sangat efektif dan memberikan solusi banyak bagi kami sebagai panitia pelaksana," tambahnya. (*/eko)