Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Asian Games 2018: INASGOC dan ABTI Berbenah dari Test Event Bola Tangan

CIBUBUR - SportsChannelIndonesia - Bola tangan sudah bersiap menuju pergelaran event Asian Games 2018. Pada 20-28 Agustus lalu, test event bola tangan digelar di GOR POPKI Cibubur. Penutupan acara dilakukan Ahmad Abu Al Lail Eksekutif federasi bola tangan asia (AHF), akhir Agustus lalu. Test event bola tangan bertajuk kejuaraan Bola Tangan Asia Remaja Putri VII (Women Youth Handball Asian Championship). Event diikuti tujuh negara yakni Korea Selatan, Jepang, China, Hongkong, Uzbekistan, Kazakstan, dan Indonesia,

“Secara keseluruhan test event bola tangan ini berjalan dengan lancar. Catatan-catatan mengenai perbaikan dan penambahan fasilitas untuk GOR POPKI, Cibubur ini juga sudah disampaikan kepada pihak INASGOC. Dan mereka menyambut baik itu semua,” ucap Amarta Imran, ketua pelaksana test event.

Terdapat sedikit masalah teknis dengan matinya papan skor, tetapi tidak mengganggu jalannya pertandingan final. “Papan skor sempat mati, tapi kami sebagai panitia pelaksana sudah mengambil jalan keluar sehingga pertandingan dapat berjalan dengan lancar. Papan skor ini juga dapat menjadi masukan saat Asian Games 2018 nanti,” tamba Amarta.

Tidak hanya menyelenggarakan pertandingan, panitia pelaksana yakni ABTI juga sempat mengadakan kegiatan city tour ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (26/8).  Kegiatan bertujuan menguatkan silahturahmi antar peserta. Kegitan city tour tersebut juga memperkenalkan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

Korea Selatan akhirnya menjadi juara sekaligus. Pada pertandingan terakhir, Korea Selatan mengalahkan pesaing utama Jepang dengan skor 34-20. Medali perunggu untuk tim China. Pada pertandingan lain, Uzbekistan menang 62-12 atas Indonesia, sedangkan Kazakhstan unggul 40-8 atas Hong Kong.

“Hasil pertandingan test event sesuai dengan target kami yaitu emas. Menuju Asian Games 2018, pastinya Korsel akan semakin giat berlatih. Target kami untuk Asian Games 2018 meraih medali emas. Jika dideskripsikan dengan angka, 99% kami yakin akan mendapatkan medali emas,” ucap manajer tim remaja Korsel, Yoon Jun-hyeon, optimistis.

Performa tim Indonesia juga menjadi bahan evaluasi. "Khususnya untuk test event ini, atlet yang turun bukan binaan sejak dini. Yang terpenting mereka mempunyai skill olahraga yang baik dan pastinya menyukai dunia olahraga. Dan saat ini belum ada pelatihan lanjutan,” ucap Amarta.

Olahraga bola tangan itu  memang tergolong baru di Indonesia. Tetapi ABTI (Asosiasi Bola Tangan Indonesia) hingga saat ini masih terus melakukan perbaikan-perbaikan di bidang prestasi. Permasalahan utama pada prestasi bola tangan Indonesia menurut Amarta Imran selaku Wakil Ketua I ABTI adalah belum adanya pembinaan atlet sejak usia dini pada olahraga bola tangan Indonesia.

Dalam olahraga bola tangan terdiri dari tiga kategori. Kategori pertama dikuasai oleh negara Asia Timur seperti Korea Selatan, Jepang, dan China. Kategori Kedua dikuasi oleh negara Eropa Timur dan kategori tiga seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia.

“Indonesia masih termasuk dalam kategori ketiga. Menurut saya, nantinya ABTI harus melakukan pelatihan dan pencarian atlet sejak tahap awal dengan konsep training camp. Setelah itu binaan tersebut harus dilanjutkan di daerah masing-masing. Bola tangan merupakan olahraga tim sehingga diperlukan waktu bertahun-tahun untuk membuat suatu hubungan sehingga menjadi lebih kompak. Sebagai tuan rumah, pastinya Indonesia harus bergabung dalam olahraga multi-event ini. Untuk menghadapi satu tahun Asian Games 2018 strategi kami (ABTI) ialah akan mengajukan bantuan kepada federasi bola tangan Asia,”tambah Amarta.

Indonesia berencana melakukan pelatihan pelatih nasional beserta wasit di negara Asia lainnya seperti Korea Selatan. Selain itu juga akan mengadakan pertandingan persahabatan dengan salah satu negara Asia timur tersebut.

Wacana tim nasional akan memakai pelatih dari asing. Menurut Wakil Ketua I PB ABTI, Amarta Imran kemungkinan tim nasional Indonesia akan bekerja sama dengan Korsel. “Kami (ABTI) sudah melakukan diskusi dengan Korsel dan sepertinya kami akan bekerjasama dengan Korsel. Tapi lebih lanjutnya masih akan kami diskusikan,” ucap Amarta.

Strategi menuju prestasi olahraga bola tangan di Asian Games nanti juga disambut baik Ketua Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir. “Guna terciptanya pemerataan perkembangan olahraga khususnya di Asia, kami siap membantu untuk menjajaki peluang kerjasama dengan federasi olahraga negara Asia lain dengan ABTI,”jelas Erick Thohir.

Selain mengevaluasi dari segi prestasi, berdasarkan test event ini juga dapat mengevaluasi kesiapan panitia lokal, dalam hal ini ABTI. Namun, karena anggota ABTI yang terlibat dalam organisasi itu hanya beberapa orang jadi perlu adanya tenaga tambahan. Salah satunya dengan menambahkan volunteer. Panitia pelaksana mengharuskan volunteer mahir bahasa asing terutama bahasa Inggris dan juga bahasa-bahasa negara peserta seperti Korea, Jepang, Rusia dan lain-lain.

“Untuk menangani lapangan dan teknis, kami akan memakai volunteer dari ABTI karena mereka harus mempunyai pengetahuan tentang handball. Namun untuk LO dan penerjemah akan diberikan oleh INASGOC. Khususnya LO harus mengusai bahasa Inggris dan juga kami mencari yang dapat berbahasa asing. Di test event ini, kami mempunyai LO yang dapat berbahasa Korea dan juga Jepang. Mungkin nantinya kami akan mencari LO yang dapat berbahasa Rusia karena seperti Kazakstan tidak terlalu mahir bahasa Inggris dan menggunakan bahasa Rusia," jelas Amarta. Eko Widodo

Hasil Medali
Emas: Korsel
Perak: Jepang
Perunggu: China

Hasil Pertandingan, Senin (28/8)
* Indonesia vs Uzbekistan 12-62 (HT: 9-28)
* Hongkong vs Kazakstan 8-40 (4-22)
* Korea vs Jepang 34-20 (17-7)

Sumber: Rilis ABTI; INASGOC