Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Asian Games 2018: Mantan Pebulutangkis Siap Bantu Tim Indonesia di Asian Games

JAKARTA — SportsChannelIndonesia - Para mantan atlet bulutangkis kelas dunia yang kini menjadi pengelola Apartemen Green Pramuka siap membantu para pebulu tangkis Indonesia yang akan berlaga di ajang Asian Games 2018. “Sebagai mantan atlet kami sangat ingin membantu adik-adik [atlet] di cabang bulutangkis mengembalikan dominasi Indonesia di cabang kebanggaan kami. Bentuknya apa, kami siap berkomunikasi dengan pihak PBSI maupun tim Satlak Prima,” tutur Komisaris PT Duta Paramindo Sejahtera Eddy Hartono, Kamis (7/9) dalam rilis yang dikirimkan ke SportsChannelIndonesia.

Menurut pebulutangkis yang memperkuat tim Thomas dari tahun 1988-1994 itu, dirinya merasa resah melihat kegagalan timnas bulu tangkis melakukan sapu bersih medali emas di ajang SEA Games. Pada SEA Games 2017, bulutangkis cuma meraih dua medali emas dari nomor beregu putra dan dari Jonatan Christie dari tunggal putra. Hanya dua emas yang dibawa pulang ke Tanah Air menjadikan SEA Games ini sebagai yang terburuk dalam sejarah perbulutangkisan Indonesia. Pasalnya sejak ikut SEA Games pada 1977, Indonesia selalu jadi juara umum.

Eddy 'Kempong' Hartono.

“Resah saja tidak cukup, kami para mantan atlet dan telah terjun di sektor swasta siap membantu sesuai kemampuan kami. Hal ini rasanya tidak berlebihan karena kita menjadi tuan rumah Asian Games. Wajib rasanya bulu tangkis meraih hasil maksimal,” tegas anggota timnas yang mencapai final Asian Games 1990.

Mantan atlet yang lahir pada 19 Juli 1964 ini adalah salah satu legenda yang dimiliki PB Djarum. Bersama Rudy Gunawan, duet Eddy-Rudy menjadi salah satu ganda yang disegani di dunia internasional.

Keduanya sejajar dengan ganda legenda Korea Selatan Park Joo-bong/Kim Moon-soo, Tiang Bingyi/Li Yongbo dari Cina serta Razif Sidek/Jailani Sidek dari Malaysia. Duet Eddy-Rudy meraih banyak hal termasuk All England dan medali perak Olimpiade 1992 di Barcelona.

Hal senada dikatakan Dirut PT Duta Paramindo Sejahtera Rudy Herjanto Saputra yang menilai ajang Asian Games di Jakarta dan Palembang tidak saja penting sukses dari sisi penyelenggaraan namun juga harus dari segi prestasi. “Bulutangkis sudah menjadi tradisi cabang unggulan Indonesia. Segenap pihak harus mendukung. Kami siap mendukung timnas. Sebagai mantan atlet, kami akan sangat terbuka jika diberi kesempatan untuk membantu timnas,” tegasnya.

Sejauh ini fasilitas Green Pramuka dengan konsep one stop living dirasa cukup mendukung untuk menumbuhkan bibit olahragawan di Tanah Air. Green Pramuka City senantiasa berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak dan nyaman bagi penghuninya dengan terus di kembangkannya fasilitas fasilitas olah raga agar dapat menjadi salah satu wadah untuk menemukan bibit bibit unggul di cabang olah raga Tanah Air.

Serupa dengan Komisaris Green Pramuka Eddy Hartono, Rudy Herjanto Saputra adalah pemain di cabang ganda putra. Bersama tandemnya, Kartono, pasangan Rudy-Kartono pernah menyabet juara All England pada 1981 dan 1984. Uniknya, Rudy justru menjadi pasangan Kartono setelah menundukkan ‘calon pasangannya’ itu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 1977. Saat itu pasangan Rudy dan Nara Sudjana mewakili Jawa Barat menekuk Liem Swie King/Kartono dari Jawa Tengah pada partai final.

Selepas itu, pasangan Rudy-Kartono melibas Tjun Tjun/Johan Wahyudi pada All England 1981 dan menundukkan andalan Inggris Martin Dew/Michael Tredgett pada ajang yang sama tiga tahun berselang. Eko Widodo

Sumber: Rilis Green Pramuka