Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Banyak Target Tercapai di Test Event Squash

BANDUNG - SportsChannelIndonesia - Setelah berjalan selama tujuh hari, Test Event ‘Road to Asian Games’ – Indonesia Squash Junior 2017 yang diselenggarakan di Siliwangi Squash Center, Bandung, Jawa Barat, resmi berakhir, Sabtu (16/9). Satu tahun menuju Asian Games 2018, INASGOC (Panitia Pelaksana Asian Games 2018) bekerja sama dengan PB PSI (Persatuan Squash Indonesia) telah mencapai banyak target dari test event yang berlangsung 10-16 September.

"Saya bersyukur, test event "Road to Asian Games 2018" yang kelima berjalan dengan lancar. Semua hal yang diperoleh dari test event itu akan memberikan banyak pembelajaran bagi INASGOC dan juga panpel lokal dari induk organisasi olahraga demi kesiapan saat Games Times nanti," ucap Ketua INASGOC, Erick Thohir.

Ajang yang diikuti oleh 48 atlet dari tiga negara ini, ditutup oleh ketua PB PSI Ketua Umum PB PSI Dr. Alfitra Salam APU yang dihadiri Sekjen PSI Sylviana Murni, Wakil presiden WSF (World Squash Federation) sekaligus presiden SRAM (Squash Racket Association Malaysia) Huang Ying How, Technical Delegate Emily Mak (Hongkong) dan Kompetisi Manajer Brigitta Tieneke Kijono.

"Saya bangga atas kinerja dari panpel, semoga nanti di Asian Games 2018 kami dapat menyelenggarakan pertandingan squash dengan sukses. Terima kasih kepada TD dan semua pendukung. Segala kekurangan dari test event ini akan kami bahas bersama,” ujar Alfitra.

Brigitta Tieneke, manajer kompitisi, menyatakan bahwa dari segi kinerja kepanitiaan ia sangat puas. Dari ajang ini dapat dilihat bagaimana kinerja mereka dalam menjalankan tugasnya masing-masing.

“Begitu pula feedback dari TD kami (Emily Mak), menurutnya Emily sangat puas dengan kami. Saya pun bangga dengan tim kami. Beberapa dari mereka juga merupakan atlet-atlet squash di daerahnya. Kesuksesan ini pun tidak luput dari bimbingan dan kerja sama dengan INASGOC,” ucap Brigitta.

Test event squash ini pun dinilai memenuhi standar internasional oleh Huang Ying How, wakil presiden WSF. Bukan hanya memenuhi target dari segi organisasi pelaksana, tetapi juga diluar target tak terduga melihat prestasi atlet junior Indonesia. Mengenai venue, Huang Ying berpendapat meskipun belum dapat menggunakan venue sesungguhnya yang terpenting adalah kesiapan panpel dan panpel sudah bekerja dengan sangat baik.

“Saya yakin Indonesia akan menjadi tuan rumah yang baik. Untuk venue Saya percaya INASGOC akan menyediakan venue pertandingan terbaik untuk squash,” ujar Huang Ying.

Evaluasi terpisah pun disampaikan wakil negara peserta mengenai penyelenggaraan test event. Secara menyeluruh, mereka mengaku puas dengan kinerja INASGOC dan panitia lokal, PB PSI dalam menyelenggarakan test event yang diikuti oleh atlet-atlet junior ini.

Selain itu, dari kontingen Singapura yang diwakilkan oleh pelatihnya Simon Yang, berpendapat awal persiapan untuk test event ini panpel terlihat cukup kesulitan. “Tetapi setelah berlangsungnya ajang ini, penyelenggaraan ini lebih dari ekspetasi Saya. Saya sangat senang dengan kinerja mereka,” tambahnya.

Begitu pun kontingen dari Indonesia yang diwakili oleh Jawa Barat mengungkapkan bahwa ia sangat puas. Di test event ini kesiapan panitia dan diujicoba untuk mengevaluasi diri saat Asian Games nanti. “Mereka melakukan kerja yang baik, semoga di Asian Games 2018 nanti akan sukses,” ucap Mulya Priyono,S.Pd selaku tim manajer Jawa Barat.

Hanya saja di akhir turnamen, Indonesia gagal mendulang kembali medali emas baik di nomor beregu putri maupun putra.

Sumber: Media INASGOC