Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Beatrice Gumulya Rebut Emas Tenis AIMAG 2017

ASHGABAT – SportChannelIndonesia – Petenis puteri nomor satu Indonesia, Beatrice Gumulya,  tampil gemilang untuk merebut medali emas AIMAG V/2017 di Asghabat, Turkmenistan, setelah dalam final tunggal puteri Selasa sore mengalahkan rekannya sendiri, Aldila Sutjiadi.

Beatrice, 26 tahun, dengan peringkat 768 WTA, menang atas teman sekamarnya di perkampungan atlet AIMAG di Asghabat, yang empat tahun lebih muda itu, dan baru pernah menempati peringkat 1041 WTA, melalui pertarungan  tiga set yang cukup alot, 6-3, 3-6, 6-3.

Bagian dari pertarungan yang tidak mudah bagi Beatrice itu terjadi pada set penentuan. Sudah unggul 5-1, tapi konsentrasi Beatrice agak mengendor sehingga Aldila mampu merebut dua gim berturut-turut, meski akhirnya harus menyerah 3-6.

“Saya senang Beatrice akhirnya menjadi juara,” kata pelatih Sri Utaminingsih kepada media. “Biasanya ia bermain lebih baik kalau berhadapan dengan pemain yang lebih kuat,” tambah Sri yang adiknya, mantan petenis Piala Davis Indonesia, Suharyadi, melatih tim putera.

Beatrice sendiri sebelumnya mengatakan ia merasa sudah sangat senang bisa melewati babak perempatfinal karena di sana ia berhadapan dengan unggulan pertama dari India, Ankita Raina, dan meraih kemenangan dua set, 6-3, 6-4.

Di sisi lain Aldila melewati perempatfinal dengan menang WO atas unggulan kedua dari Kazakhstan dan maju ke final dengan menundukkan lawannya dari Thailand, Patcharin Cheapchandej  “Saya akan lebih senang bertemu Beatrice di final,” komentarnya kemudian.

Beatrice, yang seperti Aldila tamat dari perguruan tinggi di Amerika Serikat,  adalah puteri kedua mantan pembalap sepeda nasional, Rudy Gumulya. Kakaknya, Sandy, pada masa jayanya juga menjadi andalan Indonesia di arena  SEA Games, Asian Games dan Piala Fed.

Dengan usainya pertarungan Beatrice-Aldila tim tenis Indonesia  berhasil menyumbangkan kepada Indonesia sebuah medali emas, sebuah perak dan dua perunggu.

Kedua perunggu tersebut dihasilkan oleh pasangan ganda campuran Rifqi Fitriadi/Deria Nurhaliza dan pasangan ganda putri Jessy Rompies/Lavinia Tamanta.

Peringkat 21

Tambahan medali dari para petenis tersebut membuat kontingen Indonesia kini meraih dua emas dan berada di peringkat 21 dari 62 negara (termasuk 17 dari Oceania) yang mengikuti pekan olahraga Asia khusus dalam ruangan dan beladiri ini.

Medali emas perdana Indonesia diperoleh dari trio putera yang menjadi juara di cabang olahraga taekwondo. Bertanding di nomor poom sae, ketiga tekwondoin Merah Putih  itu  adalah Maulana Haidir, Muhamad Abdurachman Wahyu dan Muhammad Alfi Kusuma.
 
Selain dua  emas dan dua perak dari tenis dan taekwondo kontingen Indonesia juga memperoleh dua perak dari boling dan catur serta 13 perunggu dari tenis dan taekwondo lagi dan enam cabang olahraga lain.

Ketua kontingen Indonesia, Andika Monoarfa, tidak bekercil hati dengan hasil perolehan medali para atlet yang dipimpinnya. “Ini adalah batu loncatan menuju target utama di Asian Games 2018,” tuturnya.

Sampai berita ini diturunkan Selasa malam, kontingen tuan rumah Turkmenistan makin kuat di peringkat teratas dengan koleksi 85 emas, dan kecil kemungkinan tergeser dari posisi juara umum AIMAG V/2017 yang akan ditutup Rabu malam (27 Sep). Sumohadi Marsis

 

Foto Dwi Ari Setyadi/Pelti