Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Greysia/Apriani Tak Mampu Lewati Sang Nomor Satu

TOKYO - SportsChannelIndonesia - Greysia Polii/Apriani Rahayu masih belum bisa mengatasi pasangan nomor satu dunia, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang). Skor 15-21, 21-12 dan 15-21 menjadi akhir perjalanan Greysia/Apriani di babak dua Japan Open Super Series 2017, Kamis (21/9).

Pekan lalu di Korea Open Super Series 2017, Greysia/Apriani juga dihentikan Matsutomo/Takahashi di babak perempat final dengan skor 15-21 dan 13-21. Meski masih harus kalah, Greysia/Apriani mengaku cukup puas dengan penampilannya kali ini. Sebab keduanya berhasil mengeluarkan permainan yang lebih baik dan mencuri satu kemenangan dari tiga game yang dilakoni.

“Secara penampilan dan permainan kami bisa keluar semua tadi. Kami bisa lebih baik. Tapi memang mereka lawan yang tidak mudah dengan banyaknya pengalaman dan gelar. Tapi secara spirit dan mental kami nggak kalah,” kata Greysia usai pertandingannya di Tokyo Metropolitan Gymnasium.

Setelah kalah di game pertama, Greysia/Apriani berhasil mencuri kemenangan di game berikutnya. Kondisi lapangan yang menang angin, dikatakan Greysia/Apriani membuat mereka lebih percaya diri untuk menyerang lawan. Sayang di game ketiga setelah sempat ketat, Greysia/Apriani akhirnya menyerah kalah 15-21.

“Game ketiga awal kami terlalu tertekan. Karena lapangan mereka agak sedikit menang angin, jadi lebih percaya diri buat menyerang. Sama halnya ketika kami unggul di game kedua,” ujar Greysia.

“Di game ketiga secara strategi kami sudah tertekan lebih dulu. Jadi itu yang membuat mental dan pikiran kami tidak bisa keluar. Pas pindah lapangan kami sudah bisa enak lagi, tapi memang secara pengalaman mereka lebih baik. Tapi next time kami akan coba buat bisa menang,” tambah Greysia lagi.

“Secara permainan dan pengalaman tentu mereka lebih di atas, apalagi mereka juara Olimpiade. Sementara Apri belum berpengalaman seperti kak Greys. Jadi Apri banyak belajar untuk cepat merubah pola dan cepat beradptasi. Pikiran juga nggak boleh kalah,” ungkap Apriani.

“Tantangan terberat tadi mungkin karena di satu sisi saya harus tetap fokus dan tidak boleh kendor, tapi di sisi lain saya juga harus bisa membuat Apri mengembangkan permainannya, menemukan jati diri bermain di level atas. Tapi saya tidak boleh turun dan tetap menyemangati diri sendiri,” tutup Greysia.

Sumber: Humas dan PR PB PBSI; badmintonindonesia.org