Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
INASGOC Upayakan Eks GOR Asia Afrika sebagai Venue di Asian Games 2018

BANDUNG - SportsChannelIndonesia - Hari kedua pertandingan test event squash bertajuk Indonesia Squash Junior 2017 di Siliwangi Squash Center, Bandung, Jawa Barat memasuki babak semifinal untuk nomor tunggal putra dan putri, Senin (11/9). Sehubungan dengan tujuan test event sebagai ajang uji coba menuju Asian Games 2018, PB PSI (Persatuan Squash Indonesia) selaku panitia pelaksana (panpel) terus mengevaluasi jalannya ajang ini guna melatih kesiapan seluruh komponen pertandingan saat games time Agustus mendatang.

"Pembangunan competition venue Asian Games 2018 diserahkan kepada Kementerian PUPERA sesuai dengan arahan Presiden. Untuk cabor squash, INASGOC menyarankan kepada pimpinan untuk memakai eks GOR Asia Afrika yang saat ini tengah di renovasi,” ucap Djoko Pramono, Wakil Deputi I Games Operations INASGOC.

Djoko menambahkan eks GOR Asia Afrika tengah dalam proses pembangunan dengan menambahkan tiga sampai empat lantai. Direncanakan, gedung tersebut akan dapat digunakan oleh beberapa cabor, salah satunya squash.

Saat ini kawasan Gelora Bung Karno (GBK),fasiltas dan venue di dalamnya yang dibangun oleh Kementerian PUPERA diprioritaskan untuk penggunaan Asian Games 2018. Kementerian tersebut mengarahkan semua vendor untuk membangun venue Asian Games 2018  sesuai dengan standar Asia bahkan International.

“Dengan segera ditentukannya venue, PB akan membuat rancangan-rancangan dengan matang. Kami yakin INASGOC dapat membantu untuk penempatan venue saat Asian Games 2018. Semoga akhir September ini sudah ditentukan,” ujar Ketua Umum PB PSI Dr. Alfitra Salam APU.
Dijadwalkan Senin ini (11/9), INASGOC berkunjung langsung dan mengadakan workshop tentang kesiapan, kelengkapan dan  penggunaan venue.

"Kendala-kendala pasti ada, kita harus cari solusi. Bersama dengan cabor-cabor, Saya yakin Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang baik. Dan mari kita gunakan kesempatan test event ini untuk terus mengevaluasi guna menyukseskan Asian Games 2018,” tutup Djoko.

Disamping itu, pertandingan semifinal hari ini (Senin, 11/9), Indonesia mengirimkan satu-satunya wakil dari Jateng di nomor tunggal putra, Satria Bagus Laksana setelah mengalahkan wakil Malaysia Muhammad Shaqil Imran dengan skor ketat 9-11 11-5 11-9 14-11.

"Pertandingan hari ini sangat menguras tenaga. Tetapi saya berusaha untuk tetap fokus. Saya bangga menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal, semoga besok dapat meraih medali emas," ujar Satria. Selanjutnya Ilham Nurkarim dari DKI Jakarta harus mengakui keunggulan lawan dari Malaysia Afy Luqman Bin Noor Affendy yang merupakan unggulan pertama dengan skor 11-8 11-5 11-9.

Sedangkan di nomor tunggal putri, Au Yeong Wai Yhann (Singapura) menang atas Nur Elysa Aina Ninti Zulan (Malaysia) dengan skor 11-3 11-1 11-1. Dan Noor Ainaa Amani Binti Ampandi (Malaysia) melaju ke babak final mengalahkan Yaisha Putri Yasandi (INA) dengan skor 11-3 11-3 11-6. Eko Widodo

BOKS
Hasil Pertandingan Babak Semifinal Tunggal Putra (Senin, 11/9)

* Afy Luqman Bin Noor Affendy (Malaysia) vs Ilham Nurkarim (Indonesia) Skor: 11-8 11-5 11-9
* Satria Bagus Laksana (Indonesia) vs Muhammad Shaqil Imran (Malaysia) Skor: 9-11 11-5 11-9 14-11

Hasil Pertanding Babak Semifinal Tunggal Putri (Senin, 11/9)
* Au Yeong Wai Yhann (Singapura) vs Nur Elysa Aina Ninti Zulan (Malaysia) Skor: 11-3 11-1 11-1
* Noor Ainaa Amani Binti Ampandi (Malaysia) vs Yaisha Putri Yasandi (INA)   Skor: 11-3 11-3 116

Pertandingan Final Tunggal Putra (Selasa, 12 September 2017)
* Afy Luqman Bin Noor Affendy (Malaysia) vs Satria Bagus Laksana (Indonesia)

* Pertandingan Final Tunggal Putri (Selasa, 12 September 2017)
Au Yeong Wai Yhann (Singapura) vs Noor Ainaa Amani Binti Ampandi (Malaysia)

Sumber: Media & Public Relations INASGOC