Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Kejuaraan Nasional Soft Tenis 2017: Demi Status PON

JAKARTA - SportsChannelIndonesia - Pengurus Pusat Persatuan Soft Tenis Indonesia (PP PESTI) bakal menggelar Kejuaraan Nasional di Jakarta, 10-14 Oktober 2017. Peserta event tahunan itu merupakan wakil 15 Pengurus Daerah dari seluruh penjuru Tanah Air, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah serta tuan rumah, DKI Jaya.

“Kejurnas tahun ini memiliki dua peran strategis bagi perkembangan soft tenis di Indonesia,” tutur Martuama Saragi, Ketua Umum PP PESTI.

Menurutnya, turnamen ini merupakan rangkaian kegiatan agar soft tenis menjadi cabang resmi yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional 2020 di Papua setelah sebelumnya telah hadir sebagai nomor eksibisi pada PON Jawa Barat 2016.

“Sangat ironis bila soft tenis yang menjadi cabang resmi dalam Asian Games, justru belum pasti dipertandingkan dalam PON,” imbuhnya.

Selanjutnya, Kejurnas ini akan menjadi ajang promosi-degradasi bagi pemain tim Merah Putih yang akan berlaga pada pesta olahraga antar bangsa di kawasan Asia, The-18th Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

“Empat pemain terbaik di Kejurnas ini berhak mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas), bersaing dengan 12 pemain yang telah menghuni Pelatnas Asian Games,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Vice Presiden Asian Soft Tennis Federation (ASTF) ini.

Sejauh ini, tim soft tenis Indonesia mempunyai prestasi cukup membanggakan pada level Asia. Edi Kusdaryanto berhasil mempersembahkan sekeping medali perak nomor tunggal putra Asian Games 2014. Sedangkan tahun silam, Elbert Sie juga meraih posisi kedua di Kejuaraan Asia di Chiba, Jepang.

Seleksi Nasional Soft Tenis akan berlangsung di lapangan The Sultan Hotel & Residence Jakarta, 15-16 Oktober.

 

Sumber: PB Pelti

Foto: Martuama Saragi oleh Dwi Ari Setyadi