Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Korea Open Super Series 2017: Mental Baja Antarkan Anthony Juara

SEOUL - SportsChannelIndonesia - Anthony Sinisuka Ginting berhasil memetik kesuksesan di Korea Open Super Series 2017. Untuk pertama kalinya, Anthony meraih gelar di turnamen internasional, dan langsung merebutnya di level super series. Tidak mudah bagi pemain besutan SGS PLN Bandung tersebut. Untuk merebut kemenangan Anthony harus bertarung tiga game, 21-13, 19-21 dan 22-20.

Anthony harus terlibat “perang saudara” dengan Jonatan Christie. Kemenangan akhirnya berhasil diraih Anthony, setelah bertanding selama 68 menit.

“Rasanya senang akhirnya bisa menjadi juara," ucap Anthony, yang berlama-lama menggeletak di lapangan usai memastikan kemenangan. "Selama ini saya juga sempat mengalahkan pemain unggulan. Artinya capaian saya kali ini bukanlah sebuah hal yang karena keberuntungan saja. Ini merupakan hasil kerja keras saya bersama pelatih dan teman-teman di tunggal putra,” kata Anthony kepada badmintonindonesia.org.

 “Dari awal pertama masuk saya main enjoy. Saya tidak mikir gimana-gimana. Ketemu temen sendiri kan secara garis besar kami sudah sama-sama tahu. Kami lebih mengadu mental dan fokus di lapangan,” ujar Anthony lagi.

Anthony tampil percaya diri dengan dominasinya di game pertama. Ia unggul 4-0 di awal dan merebut poin 11-4 pada interval game pertama. Anthony terus melesat hingga akhirnya menang 21-13. Tak banyak kesulitan yang ditemui Anthony di game pertama ini.

“Game pertama saya membaca sepertinya Jonatan belum dapet tempo mainnya. Dia masih ragu-ragu dan banyak mati sendiri. Saya coba tekan terus dari awal, jadi dia tidak berkutik,” ujar atlet kelahiran Cimahi, Jawa Barat tersebut.

Di gim kedua, Anthony sempat memimpin 7-3 atas Jonatan. Namun beberapa kali kesalahan yang dilakukan berbuah poin bagi Jonatan. Anthony balik tertinggal 12-16.

Anthony yang tertinggal 16-20 sempat berusaha menekan Jonatan dengan merebut tiga poin berturut menjadi 19-20. Sayang setelahnya, Anthony malah gagal melakukan servis dan memberikan kemenangan untuk Jonatan, 19-21.

“Di game kedua, dia sudah dapet feeling-nya. Di sisi lain, sayanya jadi kurang sabar. Saya sempat mau menyusul juga di poin-poin kritis, tapi terakhirnya sayang belum bisa,” lanjut Anthony.

Pada game penentu, Anthony secara konsisten memimpin jalannya pertandingan. Namun menyentuh poin 18-14, Jonatan terus berupaya merebut kemenangan dengan merebut lima poin berurutan. Anthony kembali tertinggal 18-19. Di poin kritis Anthony berani tampil agresif untuk merebut poin. Ia akhirnya menang 22-20.

“Gim ketiga lebih nggak mau buru-buru, coba placing dulu. Baru begitu ada kesempatan baru saya ambil. Saya banyakin doa aja di lapangan dan meyakinkan diri sendiri, sudah nggak mikirin poin lagi,” tutup Anthony. */Eko Widodo

HASIL LENGKAP [KLIK DI SINI]

Sumber: Publikasi dan Humas PB PBSI; badmintonindonesia.org