Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Korea Open Super Series 2017: Tembus Semifinal, Anthony Hadapi Ranking Satu

SEOUL - SportsChannelIndonesia - Anthony Sinisuka Ginting sukses melangkah ke babak semifinal Korea Open Super Series 2017. Ia akan ditantang oleh ranking satu dunia sekaligus tuan rumah, Son Wan-ho. Di atas kertas, posisi Son jelas lebih diunggulkan, dibanding Anthony yang saat ini berada di peringkat 24 dunia.

Meski begitu Anthony mengaku siap untuk menghadapi situasi tersulitnya di lapangan. Ia juga berharap bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya yang sudah dilatih.

“Saya harus mempersiapkan mental dan pikiran yang lebih baik lagi. Yang penting siap capek dan siap susah. Karena besok lawannya kan top player juga, jadi sudah pasti akan capek dan susah. Besok saya mau coba lebih lepas aja. Buat menambah pengalaman juga dan apa yang dilatih selama ini bisa keluar semua dengan baik,” ujar Anthony ditemui di SK Handball Stadium, Seoul usai laganya, Jumat (15/9).

Sebelum memastikan diri ke semifinal, Anthony melaju dengan mengalahkan pemain Jepang, Kenta Nishimoto. Tunggal putra Pelatnas Cipayung itu menang dua game langsung, 21-19 dan 21-13 dalam 39 menit. Game pertama dimulai, Anthony berhasil unggul 11-4 dari Nishimoto. Namun secara perlahan perolehan angka Anthony mulai dikejar lawan dengan 12-10, 15-13 dan 15-15. Setelah itu posisi Anthony menjadi berbalik dipimpin oleh Nishimoto menjadi 15-16 dan 15-17.

Kata Anthony, Nishimoto mencoba mengubah pola permainan di tengah laga. Hal tersebut sempat membuat Anthony terpengaruh. Beruntung akhirnya di poin-poin kritis, Anthony sukses berbalik memimpin lagi dengan 18-18, 20-19 hingga menang 21-19.

“Waktu game pertama dari nol-nol saya fokus untuk buat lima poin dulu. Sampai 5-0 juga dia kayanya belum dapat tempo mainnya. Game pertama awal dia banyak defendnya. Dia juga kalah angin, jadi bolanya banyak yang tanggung. Saya buat menyerangnya lebih enak. Tapi di tengah permainan dia mengubah tempo permainan, nggak ada bola angkat tingginya, dan membuat posisi saya nggak enak. Pas dia berubah saya agak kaget sedikit karena jadi tidak enak. Jadi saya mulai mikir lagi dan lebih agresif,” kata Anthony.

“Game kedua dia menang angin. Saya mau mempercepat bola-bola depannya sehingga dia banyak out. Saya baca  permainan Kento, sepertinya ingin menerapkan pola seperti di game pertama lagi. Jadi saya lebih siap aja di lapangan,” sambung Anthony.

Di game kedua, Anthony tak mendapatkan kesulitan seperti game pertama. Setelah unggul 11-4 pada interval, Anthony terus melaju dan membukukan kemenangan 21-13 di game kedua. */Eko Widodo

 

Sumber: Humas dan Publikasi PB PBSI