Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Menaser: Anak Nelayan yang Low Vision

KUALA LUMPUR - SportsChannelIndonesia - Terlihat bola matanya tampak bersih dan pandangannya tajam. Secara fisik, Menaser Meriba Num juga gagah. Sekilas tak ada tanda-tanda dirinya seorang disabilitas.

Namun sebenarnya ia memiliki kelemahan dalam memandang. Penglihatannya mengalami gangguan, sehingga jarak pandang satu meter pun sudah kabur. Kondisi tersebut dialami oleh Menaser sejak dilahirkan pada 8 Mei 1996 lalu. Dokterpun memvonis jika kekurangannya itu tak bisa disembuhkan.

"Pandangan mata saya sangat lemah. Ini terjadi sejak saya dilahirkan, bahkan dokter pun mengatakan sudah tak bisa disembuhkan," kata Menaser Meriba Num pasca menjuarai 100 meter gaya bebas putra kategori S12 ASEAN Para Games IX/2017, Malaysia, Selasa (19/9).

Di nomor ini remaja kelahiran Jayapura itu sebelumnya tak diunggulkan. Meski demikian ia tak minder sehingga dirinya pun tak terbebani. Menaser mampu membuktikan kalau dirinya patut diperhitungkan setelah menyabet medali emas dengan catatan waktu 01 menit 05.98 detik mengalahkan perenang Malaysia, Julius yang hanya mampu mengekornya dengan catatan waktu 01 menit 07.68 detik serta wakil Vietnam, Bui Van Tinh, 01 menit 11.10 detik

"Sebenarnya saya tak ditargetkan sama sekali di nomor ini. Puji tuhan, saya tak menyangka bisa juara. Padahal waktu latihan waktu terbaik saya cuma 01.09 menit. Tanpa beban, saya mampu melesat kencang dan mendapatkan detik lebih sedikit," tuturnya di bibir kolam renang National Auatic Centre, Bukit Jalil Sports City.

Anak bungsu dari enam bersaudara pasangan Septinus Numberi dan Levina Wanggai ini mengaku jika targetnya berada di nomor gaya bebas 50 meter yang akan dipertandingkan, Kamis (21/9/2017), di mana ia memiliki catatan waktu terbaik 28.28 detik.

"Di ASEAN Para Games Singapura 2015 saya kebagian perak di nomor 50 dan 100 meter gaya bebas. Sekarang saya ingin memperbaikinya menjadi emas," tekad Maneser yang pada APG 2013 mendapat medali emas 50 gaya bebas.

Menaser mengaku raihan di Malaysia ini untuk modal Asian Para Games 2018 di Jakarta. Sekaligus mengangkat roda kehidupan keluarganya. Meski anak paling "bontot" dia ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Karena itulah anak nelayan ini menekuni olahraga renang.

"Saya ingin mengangkat derajat orang tua lewat prestasi olahraga. Saya juga berharap bisa disejajarkan dengan atlet normal lainnya yang mengharumkan nama bangsa. Karena saya di sini juga membawa nama besar bangsa dan negara. Saya ikut mengibarkan bendera merah putih dari lintasan renang," pungkas remaja yang ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil di Papua itu.**

Sumber: Tim Media Kontingen APG Indonesia 2017