Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
PABBSI Membidik Emas di Olimpiade 2020

JAKARTA - SportsChannelIndonesia - Pengurus Besar PABBSI (Persatuan Angkat Besi Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia) membidik medali emas dari cabang besi dalam Olimpiade 2020 di Tokyo.

“Ya, kami memang memancang target untuk merebut medali emas dalam Olimpiade 2020, tapi siapa atletnya, atau di kelas mana, kami belum bisa menyebutkan. Kami tidak mau memberi beban kepada atlet bersangkutan,” kata Kuntadi Djajalana, Sekretaris Jenderal PABSSI.

Kuntadi sendiri tidak ingin memberikan pandangannya pribadi dalam hal tersebut melainkan setelah berdiskusi kecil dengan dua unsur pengurus PABBSI lain yang kebetulan menjadi ofisial angkat besi pada SEA Games 2017. Mereka adalah pelatih Dirja Wiharja dan manajer tim Alamsyah Wijaya.

Namun diakui Kuntadi bahwa merebut gelar juara Olimpiade merupakan target utama yang sudah dijadikan program PABBSI sejak 30 tahun lalu, dimulai dengan Olimpiade 1984 di Los Angeles. Hingga terakhir pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro target tersebut belum bisa dicapai.

Kondisi tersebut membuat PABBSI yang kini dipimpin oleh Rosan Perkasa Roeslani, pengusaha dan Ketua KADIN Pusat, lebih merapatkan barisan dengan menyusun program empat tahun menuju teraihnya medali emas pada Olimpiade 2020 di Tokyo.

Penyusunan program tersebut dipercayakan kepada sebuah tim yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum PABBSI, Djoko Pramono, dan  terdiri atas para pakar angkat besi, termasuk pelatih nasional Dirja Wiharja dan pelatih asing Aveenash Pandoo.

Medali perak

PABBSI memulai upayanya merebut medali emas Olimpiade dengan mengirimkan tiga lifter putera ke pesta olahraga tertinggi di dunia itu pada 1984 di  Los Angeles, dan kembali dengan tangan kosong. Demikian pula dengan para lifter yang dikirim ke Olimpiade-Olimpiade berikutnya.

Medali pertama yang akhirnya bisa dibawa pulang ke Tanah Air terjadi pada Olimpiade 2000 di Sydney melalui tiga lifter puteri. Lisa Rumbewas, Sri Wahuni, dan Winarni. Lisa berhasil meraih medali perak sementara kedua rekannya sama-sama merebut perunggu.

Empat tahun kemudian, Lisa yang menjadi wakil tunggal Indonesia pada arena angkat besi Olimpiade Athena,  kembali meraih perak. Pada Olimpiade 2008 di Beijing giliran dua lifter putera, Eko Yuli Irawan dan Triyatno, mengibarkan bendera Indonesia meski dengan perunggu.

Empat tahun kemudian di Olimpiade London, Triyatno mampu meningkatkan prestasinya dengan raihan medali perak sementara Eko masih tetap perunggu. Pada Olimpiade 2016 di Rio, giliran Eko, dan juga lifter puteri Sri Wahyuni sama-sama meraup medali perak.

Deretan prestasi nomor dua dan tiga itu memang layak membuat PABBSI penasaran dan lebih bersemangat untuk mendapatkan medali emas pada Olimpiad 2020. Namun mereka pun tidak ingin mengabaikan prestasi dalam Asian Games 2018 yang akan digelar di negeri sendiri.

“Oh ya, jelas kami juga mengincar medali emas di AG 2018, tapi di kelas mana gelar juara itu akan kami capai masih kita rahasiakan,” tutur Kuntadi yang sebelumnya lebih dikenal sebagai pelatih tinju. Sumohadi Marsis
 

Foto: Eko Yuli Irawan, harapan yang berpeluang besar di Olimpiade 2020. (Foto: Eko Widodo/SportsChannelIndonesia)