Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Sanggup Belajar dari Kekalahan Sebelumnya

TOKYO - SportsChannelIndonesia - Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil membawa pulang gelar juara Japan Open Super Series 2017. Hal ini dipastikan setelah kemenangan menghadapi Takuto Inoue/Yuki Kaneko, Jepang, di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Minggu (24/9). Kevin/Marcus menang dua game langsung dengan 21-12 dan 21-15.

“Pemain Jepang masih butuh jam terbang. Mereka mainnya tidak lepas, panik, dan grogi di lapangan. Secara teknik dan terutama segi mental bertanding, Kevin/Marcus memang di atas pasangan Jepang,” kata Herry Iman Pierngadi kepada badmintonindonesia.org.

Kevin/Marcus tak memperoleh kesulitan khusus pada laga finalnya tersebut. Mereka hanya butuh waktu selama 30 menit untuk mengamankan kemenangan. Lawan yang lebih berat justru harus dihadapi sebelumnya, di babak semifinal. Kevin/Marcus bisa menumbangkan pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Misi di semifinal memiliki tantangan yang cukup besar. Dalam tiga pertemuan sebelumnya, Kevin/Marcus selalu kalah dari Boe/Mogensen. Secara keseluruhan, rekor pertemuan Kevin/Marcus dengan pasangan Denmark tersebut bahkan masih tertinggal 1-4.

“Menurut saya, final sesungguhnya adalah kemarin di semifinal. Siapa yang bisa menang di semifinal (Kevin/Marcus atau Boe/Mogensen), akan bisa menang hari di final,” ujar Herry IP.

“Kemenangan Kevin/Marcus hari ini juga ada pengaruhnya setelah mengalahkan Boe/Mogensen. Kepercayaan diri mereka jadi meningkat," tambah Herry.

"Kevin/Marcus meraih gelar terakhir di Malaysia Open dan belum dapat gelar lagi sampai sekarang. Waktu di Indonesia Open Kevin cedera, di Kejuaraan Dunia sebetulnya mereka paling siap, tetapi kurang lucky saja,” ungkap Herry lagi.

Herry pun membeberkan kunci kemenangan Kevin/Marcus di Japan Open Super Series 2017 kali ini.

“Salah satu kunci keberhasilan Kevin/Marcus di Jepang karena mereka banyak mempelajari kekalahan-kekalahan sebelumnya. Mereka belajar kekurangan dimana. Saya rasa penampilan mereka sudah mulai kembali, walaupun belum seratus persen, tapi sudah menggambarkan 70-80 persen,” ujar Herry. (*)

Sumber: Humas dan Publikasi PB PBSI; badmintonindonesia.org