Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
SEA GAMES 2017 Resmi Dibuka, Malaysia Bertekad Mengulang Sejarah

KUALA LUMPUR - SportsChannelIndonesia - Meski sejumlah cabang olahraga telah mulai dipertandingkan sejak 14 Agustus, SEA Games XXIX/2017 baru dibuka resmi Sabtu (19/8) malam di stadion nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Pernyataan pembukaan pekan olahraga  Asia Tenggara yang dikuti 5000 atlet dari sebeleas negara ini dilakukan oleh Sultan Jaffar di depan sekitar 85.000 penonton yang memadati stadion. Ia mewakili Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agung Sultan Mohamad Kelima, yang juga hadir di tribun kehormatan.

Selama satu jam penuh upacara yang mengawali pertarungan memperebutkan 444 medali emas dalam 38 cabang olahraga selama 12 hari ini berlangsung cukup menarik. Kejutan  yang dijanjikan pihak Malaysia akan menjadi sajian  istimewa ternyata berupa prosesi penyalaan obor yang memang cukup mendebarkan. Mantan pelomcat indah, Nur Dhabitah Sabri,  tampak seperti terbang tinggi menuju kaldron yang berbentuk roket raksasa.

Prosesi kejutan ini agaknya disesuaikan dengan tekad negara Malaysia yang ingin mengulang sejarah gemilang pada SEA Games 2001. Pada waktu itu Malaysia tidak hanya menjadi tuan rumah tapi juga mampu tampil optimal sehingga menjadi juara umum dengan meraup 111 medali emas.

Dalam pidato sambutannya yang sangat berapi-api, Menteri Pemuda dan Olahraga Khairy Jamaluddin pun menambahkan satu pesan kuat, bahwa SEA Games 2017 diharapkan juga akan lebih mempersatukan seluruh 32 juta rakyat Malaysia.

Pesan Menpora itu diperkuat secara berulang dalam “running text” raksasa di sepanjang atap stadion dengan kata-kata  dalam bahasa Inggris, “Rising Together”, dan dalam bahasa Malaysia, yang merupakan terjemahannya, “Bangkit Bersama”.   
Ini untuk keempat kalinya Malaysia menjadi tuan rumah pekan olahraga dua tahunan yang tadinya bernama SEAP Games ini. Tiga kesempatan sebelumnya berlangsung pada 1977, 1989 dan 2001, seluruhnya juga digelar di Kuala Lumpur.

Kritik Dari Media

Di luar penyelenggaraan upacara pembukaan yang meriah, sejumlah kritik delemparkan oleh media. Salah satunya adalah Usha, gadis kelahiran Kuala Lumpur berusia 28 tahun yang menjabat sebagai kepala perwakilan stasiun televisi Qatar, Al-Jazeera.

Sebagai produser dalam peliputan SEA Games 2017 ini ia merasa heran pelayanan terhadap media sangat buruk. “Tidak ada minuman atau makanan apa pun di dalam ruang ini,” katanya kepada jurnalis SCI di dalam ruang kerja wartawan di stadion Bukit Jalil.

Di gedung MITEC yang digunakan sebagai lokasi kerja IBC (International Broadcasting Center) dan MPC (Main Press Center) pun ia merasa media tidak diberi pelayanan cukup. “Kita tidak diberi apa-apa kecuali kertas-kertas informasi,” ujar Usha.

Ia juga merasa kesal karena di seputar gedung MITEC itu para awak media yang membawa mobik masih harus membayar ongkos parkir sebesar 10 RM Ringgit Malaysia), setara Rp 30.000.  “Apakah dari para sponsor panitia tidak bisa menyisihkan sebagian untuk menutup biaya parker?” tambahnya.

Hal seperti itu menurut jurnalis yang berlatar belakang mahasiswa kedokteran ini tidak pernah dilakukan oleh penyelenggara pekan olahraga internasional di mana pun. Apalagi menurut info yang diterimanya biaya penyelenggaraan SEA Games 2017 mencapai 400 juta RM.

Salah satu pegawai Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia yang ditugaskan meliput SEA Games 2017 juga mengeluhkan hal yang sama. “Pelayanan media pada SEA Games 2015 di Singapura jauh lebih baik. Kami juga mendapat souvenir menarik,” ujarnya.

Dengan SEA Games 2017 baru saja resmi dimulai, mereka dan sejumlah jurnalis lain yang ditemui SCI berharap pihak penyelenggara bisa memperbaiki kinerjanya.