Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
SEA Games 2017: Tren Perolehan Medali Emas Terus Turun, Pertanda Apakah?

JAKARTA - SportsChannelIndonesia - Pesta olahraga Asia Tenggara (SEA Games) sebenarnya menjadi indikator bagaimana daya asing sebuah bangsa di Asia Tenggara dalam bidang olahraga. Indonesia berrpartisipasi pertama kali di SEA Games 1977 saat digelar di Malaysia. Pada penampilan perdana saat itu, Indonesia langsung menjadi juara umum dengan perolehan 62 emas 41 perak dan 34 perunggu. Total medali yang dikumpulkN 137 keping.

Dalam pergelaran SEA Games yang sudah masuk 29 kali, Indonesia sudah 10 kali menjadi juara umum. Jumlah yang terbanyak dan menjadikan Indonesia disegani. Namun, sejak krismon melanda dunia pada 1998, hegememoni itu pun memudar. Indonesia yang menjadi juara umum sejak 1977-1993 — hanya disela oleh Thailand 1985 - mengalami penurunan prestasi signifikan.

Dalam periode 20 tahun terakhir pergelaran SEA Games, posisi Indonesia konsisten berada pada rentang peringkat ke-3 hingga ke-5. Sementara itu, prestasi Thailand terus meningkat dengan mendominasi perolehan medali SEA Games. Dari jumlah perolehan medali emas, SEAG Kuala Lumpur 2017 menjadi perolehan terburuk Indonesia. Indonesia hanya memperoleh 38 medali emas dari 55 emas yang ditargetkan. Medali emas Indonesia paling sedikit sebelumnya adalah pada 1999 saat SEAG Brunei Darussalam, dengan 44 medali emas.

“Dalam olahraga tidak ada lompatan raksasa. Peningkatan prestasi itu hasil dari proses terukur dan terstruktur,” kata Achmad Soetjipto, Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) seusai rapat bersama Ketua Kontingen Indonesia di SEA Games Kuala Lumpur, Azis Syamsuddin, serta para manajer tim, Juli lalu, di Jakarta.

Target medali emas Indonesia di SEA Games 2017 meningkat dibanding pencapaian di SEA Games Singapura 2015. Saat itu, Indonesia meraih 47 emas dan menempati peringkat kelima setelah juara umum Thailand, Singapura, Vietnam, dan Malaysia. Sedangkan di Kuala Lumpur 2017, Indonesia hanya mengemas 38 emas 63 perak dan 90 perunggu.

Terkait dengan buruknya perolehan medali Indonesia dalam SEA Games 2017, Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto menyatakan Kemenpora akan bertanggung jawab. “Atlet sudah berjuang dengan maksimal, begitu pula dengan para pelatih. Sangat naif kalau kami menyalahkan atlet atau pelatih,” kata Gatot di Kuala Lumpur, lalu seperti dikutip dari Harian Kompas.

Kemenpora akan mengajak para pihak, yakni Komite Olimpiade Indonesia, KONI, maupun Satlak Prima untuk bersama-sama mengevaluasi kekurangan persiapan SEA Games 2017. “Kami juga akan meminta masukan dari para pengurus induk organisasi olahraga karena merekalah yang merasakan dan mengalami berbagai kendala persiapan SEA Games,” ujarnya.

Hasil buruk SEA Games 2017 ini, jika tidak ditanggapi serius, akan berbahaya bagi persiapan Indonesia menghadapi Asian Games 2018. “Kalau di regional saja seperti ini, apalagi di Asia dan bertemu dengan Korea Selatan, China, dan negara-negara pecahan Uni Soviet,” kata Gatot.

Pada kesempatan terpisah lewat siaran persnya, Ketua KOI Erick Thohir ada sisi positif di balik tidak tercapainya target medali Indonesia. “Ada pencapaian positif di cabang renang dan panahan yang bisa mendapatkan empat medali emas.” Menurut Erick, tugas berat prestasi sebagai tuan rumah Asian Games 2018, dengan target 20 medali emas dan masuk peringkat 10 besar Asia adalah tugas berat. Erick mengharapkan KOI dan semua pemangku kepentingan olahraga bisa bersiap diri dengan lebih baik.

Mari segera berbenah! Eko Widodo