Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Target Satlak Prima di Asian Games 2018 Tak Terpengaruh Hasil SEAG

JAKARTA - SportsChannelIndonesia - Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) tak mengubah target di Asian Games. Biarpun ada hasil buruk di SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Satlak Prima tetap fokus di Asian Games tahun depan. Apalagi, Indonesia ditargetkan masuk 10 besar Asia.

Ketua Satlak Prima, Achmad Soetjipto, optimistis Indonesia finis di urutan kesepuluh Asian Games 2018. "Tentu kami membidik target tinggi. Tolok ukur sukses ada dua, pertama masuk sepuluh besar, yang kedua dari sepuluh besar itu harus terunggul di regional," kata Soetjipto.

Untuk mengamankan 10 besar berkorelasi dengan jumlah medali. Padahal, dalam 16 tahun ikut Asian Games, kontingen Merah Putih belum pernah mendapat prestasi melebihi 16-20 medali emas.

Emas terbanyak diperoleh pada Asian Games 1998 di Bangkok (6 medali emas). Empat emas diperoleh di Busan, 2002, dua emas ( Doha, 2006), empat emas (Guangzhou, 2010), dan empat emas (Incheon, 2014). Bulutangkis adalah cabang paling konsisten berkontribusi medali. Cabang lain adalah tenis, karate, layar, atletik, boling, dan perahu naga.

"Pemerintah menargetkan Indonesia harus masuk 10 besar. Itu adalah level ambisi kita. Dari sepuluh besar itu, kami sudah lihat distribusi medalinya dengan jumlah minimumnya sekitar 16-20 medali emas," kata Tjip.

Namun, Achmad Soetjipto belum bisa menjelaskan secara rinci cabang-cabang apa saja yang berpotensi. Apalagi Dewan Olimpiade Asia hanya akan mempertandingkan nomor-nomor Olimpiade saja di Asian Games nanti.

"Selepas SEA Games para atlet masuk masa transisi aktif. Selama itu pula kami akan berkoordinasi dengan pengurus-pengurus cabang pada akhir September. Pada bulan Oktober atlet proyeksi Asian Games sudah bisa menjalani pemusatan latihan kembali," katanya. Satlak Prima akan menunggu hasil keputusan Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) dan Dewan Olimpiade Asia terkait nomor-nomor event yang akan dipertandingkan.

"Misalnya panahan. Kami berharap nomor-nomor yang dipertandingkan tidak hanya recurve, tapi juga compound. Sayangnya, OCA menolak karena harus mengacu pada Olympic Sport." Eko Widodo

Sumber: dari berbagai sumber sekunder