Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Taufik Hidayat: Bulutangkis Harus Membuka Diri demi Kemajuan

JAKARTA - SportsChannelIndonesia - Indonesia gagal mempertahankan tradisi mendominasi cabang bulu tangkis di SEA Games 2017. Indonesia yang menargetkan tiga medali emas akhirnya hanya mendapatkan dua. Emas itu dari beregu putra dan tunggal putra.

Thailand keluar sebagai juara umum bulutangkis dengan 4 emas 2 perak 4 perunggu. Indonesia di tempat kedua dengan 2 emas 4 perunggu. Sedangkan tuan rumah Malaysia dengan 1 emas 5 perak 2 perunggu.

Manajer tim bulutangkis SEA Games, Susy Susanti mengungkapkan faktor-faktor penyebab kegagalan Indonesia. "Cedera menjadi salah satu faktor. Lawan pun tampil dengan kekuatan penuh, serta ada kendala non teknis," ucap Susy, beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua Satlak Prima, Taufik Hidayat berharap bulutangkis melakukan pembenahan. Taufik berharap ada evaluasi dari jajaran pelatih. Kegagalan itu dirasakan di nomor ganda putra yang selama ini menjadi andalan Indonesia sejak 2005.

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi ganda terakhir yang bertahan usai kalah dari pasangan Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh di babak semifinal bulutangkis perorangan SEA Games 2017. Fajar/Rian takluk dua game langsung dengan skor 17-21, 21-23.

"PB PBSI seharusnya sudah mengambil langkah untuk mengevaluasi pelatih, baik pelatih fisik, pelatih teknik, dan nutrisi. Semuanya dievaluasi. Kalau perlu ada pergantian ya diganti," kata Taufik, kepada para wartawan di Jakarta, Senin (4/9).

"Selain itu, PBSi sudah saatnya mau membuka diri dengan masukan dari pihak luar. Termasuk jika ada pelatih asing. Ilmu yang baik dipakai, kalau dinilai kurang tepat bisa dikompromikan," kata Taufik.