Plaza Kemang 88 Lt. 2 Unit 2B DKI Jakarta, Indonesia   sportschannelindonesia@gmail.com   +62 21 7193387 +62 82123848781
NEWS
Terpuruk di SEAG 2017, Satlak Prima Dibubarkan

JAKARTA - SportsChannelIndonesia - Pretasi atlet Indonesia yang terpuruk pada SEA Games 2017 di Kuala Lumpur mendorong Presiden Joko Widodo akhirnya membuat kebijakan khusus berupa pemotongan birokrasi dalam proses anggaran dana Pelatnas, dan berujung dengan pembubaran Satlak Prima.

Kontingen Indonesia hanya mampu merebut 38 (dari target 55) medali emas dan hanya menduduki peringkat kelima di antara sebelas negara peserta pekan olahraga Asia Tenggara itu. Padahal ketika melepas kontingen di Istana Presiden berharap Indonesia menjadi juara umum.

Kebijakan baru tersebut yang akan segera diberlakukan itu diungkapkan oleh  Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara hitung mundur Asian Paragames 2018 di Jakarta, Jumat (6/10). JK adalah juga Ketua Dewan Pengarah Panitya Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) dan Asian Paragames 2018 (Inapgoc) di Jakarta dan Palembang.

Menurut JK pemotongan birokrasi itu dimaksudkan agar aliran dana menjadi lancar sehingga semua mekanisme dalam Pelatnas akan juga berjalan lancar, sehingga bisa diharapkan prestasi kontingen Indonesia dalam AG 2018 maupun APG 2018 bisa optimal.

Prima (Program Indonesia Emas) dibentuk pada 2010 dengan Peraturan Presiden dan dimaksudkan sebagai pengelola dan kordinator program pelatihan nasional yang sebelumnya, sejak 1996, dijalankan oleh KONI (Komite Olahraga Nasional) Pusat.

Disiplin menurun

Penggunaan dana meliputi bukan saja kebutuhan operasional rutin, seperti makanan, transpor lokal, dan uang saku, tapi juga ujicoba keluar negeri. Banyak atlet batal atau berkurang kesempatan ujicobanya karena dana terlambat atau bahkan tidak ada.

Denny Gumulya, salah satu direktur di Satlak Prima, memberi contoh tersendatnya uang saku yang membuat turunnya disiplin berlatih sejumlah atlet balap sepeda yang disiapkan ke SEA Games 2017.

“Mereka sering bolos latihan, jadi ya, mustinya Uyun Muzizah bisa merebut emas, dapatnya hanya perak,” katanya, Sabtu (7/10).

Prestasi atlet di bawah kapasitas maksimalnya itu tidak hanya terjadi pada balap sepeda. Sebagian besar dari 533 atlet dari 38 cabanag olahraga dalam kontingen Indonesia ke SEA Games 2017 tidak mampu menampilkan prestasi terbaiknya.

Ini merupakan prestasi terburuk Indonesia dalam sejarah SEA Games yang sejak 1977 telah diselenggarakan 20 kali. Indonesia 10 kali menjadi juara umum, terakhir pada 2011, tetapi setelah itu prestasi kontingen kembali menurun sampai terpuruk ke peringkat kelima dengan jumlah emas sangat minim pada 2017 ini.

Menurut Denny sebenarnya di dalam Satlak Prima terdapat banyak tenaga yang ahli dan pintar, tapi birokrasi dalam penyaluran dana memang telah mengakibatkan pelaksanaan tugas mereka terhambat dan berujung dengan penampilan atlet yang tidak maksimal.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan kepada media, tugas pembinaan atlet setelah Satlak Prima dibubarkan akan dilaksanakan langsung oleh induk-induk cabang olahraga, seperti pada masa sebelum dibentuknya lembaga Prima. Sumohadi Marsis