CLS Knights Indonesia Membawa Pulang Kekalahan Tipis Dua Angka dari Saigon Heat

Esho membuat 19 angka di babak pertama untuk CLS (Sumber: CLS Knights Indonesia)

HO CHI MINH CITY, VIETNAM – SportsChannelIndonesia – Malang tak bisa ditolak, untung tak dapat diraih. Pepatah itu yang dialami tim andalan Indonesia, CLS Knights Indonesia (0-1) di pergelaran ASEAN Basketball League (ABL), Minggu (18/11) petang. Dijamu tuan rumah Saigon Heat (1-0), CLS Knights Indonesia kalah 80-82 (51-38).

CLS memasuki lapangan Canadian International School Arena, Ho Chi Minh, Vietnam dengan penuh keyakinan. Pelatih Brian Maurice Rowson, menurunkan starter Wong Wei Long, Montay Brandon, Brandon Jawato, Stephen Hurt, dan Maxie Esho. Wei Long, point guard timnas Singapura, dengan percaya diri memimpin skuat terbaik milik CLS itu.

Ketenangan Wei Long memimpin membuat CLS memimpin 16-10 di paruh kuarter pertama dan menutupnya dengan 26-20. Penjagaan (defense) CLS juga legit. Meski dibongkar pada awal kuarter dengan tembakan tiga angka tangan kiri dari Murphy Burnatowski, CLS segera merapatkan defense dan langsung menghentikan tembakan jarak jauh mematikan Burnatowski.

Memasuki kuarter kedua, CLS nyaman dengan permaianan mereka. Bergantian Maxie Esho, Brandon Jawato, dan Montay Brandon menambah angka untuk CLS. CLS memimpin paruh waktu pertama dengan 51-38.

CLS mencatat statitik 23/41 (56%) di babak pertama, sedangkan Heat hanya 14/35 (40%). Namun harus diakui, hampir semua poin CLS diperoleh lewat pengolahan sendiri dilihat dari hanya 2 assist pada babak pertama sedangkan Saigon bermain lebih tim dengan 6 assist. CLS memperoleh 25 reboung, Heat 14. Namun Heat mampu membuat 4 steal dengan kecepatan mereka, sedangkan CLS hanya 1 steal.

Esho membuat 19 angka di babak pertama untuk CLS sedangkan dari Heat, Burnatowski 16.

Unggul relatif mudah itu membuat lengah para pemain CLS. Saigon Heat merapatkan pertahanan dengan menahan pemain CLS di high post dan memaksa mereka untuk melakukan tembakan. Strategi yang cukup berhasil karena CLS mulai kehilangan produktivitas. Esho yang sangat dominan dijaga Burnatowski.

Sebenarnya CLS Knights sempat unggul hingga memasuki akhir kuarter ketiga 68-60. Maxie Kunie Esho eks pemain Saigon Heat yang musim ini berbaju CLS Knights, tampil begitu dominan bersama Montay Brandon. Esho, pemain asal AS bertinggi badan 207 cm itu benar-benar menjadi ancaman untuk tuan rumah Saigon Heat. Esho menjadi target yang harus dimatikan.

Selain kehilangan determinasi, CLS lengah menjaga pemain nomor 1, Trevon Hughes. Hughes mencetak 6 dari 12 tembakan 3 angka Heat. Ia menjadi playmaker sekaligus eksekutor mengerikan. Sementara itu, CLS hanya memasukkan 4 dari 18 tembakan 3 angka.

Babak kedua, CLS juga kehilangan ketenangan Wei Long. Wei Long mulai terpancing melakukan penetrasi Heat yang sebenarnya tengah melakukan jebakan (trap) untuk Wei Long sekaligus jebakan untuk Esho.

Kombinasi dua pemain asing yang dimiliki Saigon Heat, Trevon Hughes dan Murphy Burnatowski menjadi aktor kebangkitan Heat di babak kedua. Keduanya mampu menciptakan total 47 poin (Hughes 29, Burnatowski 18), disusul Kyle Barone yang juga membawa andil kemenangan untuk timnya dengan torehan 17 poin dan 12 rebound.

Sementara Esho yang bermain selama 37 menit mampu mencetak 27 poin dan enam rebound. Sayangnya jerih payahnya di lapangan belum mampu mengantarkan CLS Knights memetik kemenangan perdana.

Saigon Heat pantas berterima kasih kepada pemain lokal mereka, Justin Young. Penetrasi Young di area pertahan CLS Knights beberapa detik kuarter keempat usai (saat kedudukan sama 80-80), berbuah dua poin hingga akhirnya unggul dua poin itu menutup kemenangan bagi tuan rumah.

“Di awal kami sempat tertinggal atas lawan. Lalu saya katakan kepada mereka, kalo kita bermain pelan kita akan kalah, tapi kalo kita mau lebih agresif lagi dan disiplin kita bisa berpeluang untuk mengejar mereka. Saya senang dengan hasil akhir, tapi pertandingan ini sangat bagus untuk kami terus belajar,“ ujar Kyle Julius, pelatih Saigon Heat.

Esho mengaku kecewa dengan kekalahan ini. “Kekalahan tadi memang menyakitkan. Tapi saya percaya dengan tim ini. Ini game pertama dan coach Brian tadi memberikan beberapa catatannya seperti eksekusi tembakan free throw yang baik juga bisa membawa kemenangan untuk tim. Pertandingan sudah usai, kami sekarang fokus menatap pertandingan selanjutnya,“ kata Esho usai laga yang disiarkan Vidio.com.

“Kami sebenarnya bemain bagus hingga kuarter keempat. Sayangnya dalam posisi yang sangat krusial kami tidak mengeksekusi secara baik. Kami juga kehilangan banyak poin dalam free throw dan terlalu membiarkan lawan menembak tiga angka. Pertandingan selanjutnya kita harus memperbaiki kekurangan dari game tadi,” ungkap pelatih, Brian Rowsom.

Berikutnya CLS Knights Indonesia akan bermain di kandang sendiri di GOR Kertajaya, Surabaya, pada 24 November mendatang. Lawan CLS adalah Hongkong Eastern. Eko Widodo

Sumber data: CLS Knights Media

Author: Eko Widodo

Pernah bekerja di Tabloid BOLA selama lebih dari 20 tahun. Berpengalaman dalam dunia jurnalistik olahraga dan liputan olahraga internasional ke lima benua selama lebih dari 20 tahun. Memilik gelar akademik STP dalam bidang Teknologi Pertanian; MM dalam Manajemen Pemasaran; dan Ph.D. dalam bidang pendidikan olahraga.

Share this post

Eko Widodo1280 Posts

Pernah bekerja di Tabloid BOLA selama lebih dari 20 tahun. Berpengalaman dalam dunia jurnalistik olahraga dan liputan olahraga internasional ke lima benua selama lebih dari 20 tahun. Memilik gelar akademik STP dalam bidang Teknologi Pertanian; MM dalam Manajemen Pemasaran; dan Ph.D. dalam bidang pendidikan olahraga.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password