breaking news New

Indonesia Masters 2019: Gengsi Nangis, Liliyana Angkat Bicara Soal Acara Perpisahan

Mengapresiasi jasa-jasa Liliyana, akan dilangsungkan sesi perpisahan di penghujung turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2019. [Sumber: Humas dan Media PP PBSI]

JAKARTA – SportsChannelIndonesia – Daihatsu Indonesia Masters 2019 menjadi turnamen terakhir untuk Liliyana Natsir. Liliyana adalah legenda hidup bulutangkis yang telah menyumbangkan segudang prestasi bagi Indonesia. Setelah berkarier selama 24 tahun sebagai pebulutangkis dan 17 tahun menjadi anggota pelatnas, Liliyana sudah membuahkan gelar juara yang tak sedikit. Gelar itu antara lain empat gelar juara dunia pada tahun 2005 dan 2007 (berpasangan dengan Nova Widianto) serta tahun 2013 dan 2017 (berpasangan dengan Tontowi Ahmad.

Liliyana bersama Tontowi mencetak sejarah dengan menjuarai gelar All England secara hat-trick pada tahun 2012, 2013 dan 2014. Puncak prestasi Liliyana dan Tontowi ada di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dengan meraih medali emas.
“Memang sedih tapi ini harus dihadapi, saya dan Owi berusaha enjoy dan mau kasih yang terbaik di turnamen terakhir kami, mau menikmati masa-masa terakhir partneran sama Owi,” kata Liliyana.

“Harapannya sih cepat ada regenerasi. Karena ke depan ada kejuaraan-kejuaraan penting seperti Piala Sudirman dan puncaknya olimpiade 2020. Apalagi Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China) sudah terlalu mendominasi. Sekarang ada Praveen (Jordan)/Melati (Daeva Oktavianti) dan Hafiz (Faizal)/Gloria (Emanuelle Widjaja), saya berharap mereka bisa jadi saingan yang berat khusunya bagi pemain Tiongkok,” lanjut Liliyana.

Liliyana tengah menikmati masa-masa jelang pensiun. Dengan terbatasnya jumlah turnamen yang ia ikuti, ia pun mulai mengurangi intensitas latihannya.

“Sekarang banyak kegiatan yang berkurang seperti bangun pagi. Latihan yang capek banget, makan pedas, makan yang kurang bersih, tidur harus berpacu dengan waktu, mata harus merem walaupun belum ngantuk,” ungkap Liliyana.

“Sekarang agak balas dendam sih, lebih rileks, sebelumnya kan kalau alarm bunyi harus bangun. Masa masa kumpul dengan keluarga juga banyak hilang, sekarang orangtua sudah mengiyakan keputusan saya pensiun, keluarga juga ingin lebih banyak waktu berkumpul bersama saya,” tambahnya.

Mengapresiasi jasa-jasa Liliyana, akan dilangsungkan sesi perpisahan di penghujung turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2019. Liliyana mengaku tegang menanti acara yang akan diselenggarakan sebelum partai final, Minggu (27/1), mulai pukul 12.00 WIB tersebut.

“Saya berterima kasih kepada PBSI dan PB Djarum yang sudah membuat ide untuk acara perpisahan. Buat saya agak tegang dan sedih. Rencananya sih saya akan bicara di hadapan penggemar, paling susah mengucapkan perpisahan. Pastinya saya akan menahan emosi, pasti berat meninggalkan olahraga yang sudah belasan tahun saya cintai. Jadi memang rasanya tegang, bukan buat tanding saja, tapi acara ini juga,” tutur Liliyana.

“Nggak tahu bisa nahan nangis atau enggak. Tapi saya berusaha untuk tegar, kan saya gengsi, ha ha ha,” canda Liliyana. */eko widodo

Sumber: Humas dan Media PP PBSI

Author: Eko Widodo

Pernah bekerja di Tabloid BOLA selama lebih dari 20 tahun. Berpengalaman dalam dunia jurnalistik olahraga dan liputan olahraga internasional ke lima benua selama lebih dari 20 tahun. Memilik gelar akademik STP dalam bidang Teknologi Pertanian; MM dalam Manajemen Pemasaran; dan Ph.D. dalam bidang pendidikan olahraga.

Share this post

Eko Widodo1020 Posts

Pernah bekerja di Tabloid BOLA selama lebih dari 20 tahun. Berpengalaman dalam dunia jurnalistik olahraga dan liputan olahraga internasional ke lima benua selama lebih dari 20 tahun. Memilik gelar akademik STP dalam bidang Teknologi Pertanian; MM dalam Manajemen Pemasaran; dan Ph.D. dalam bidang pendidikan olahraga.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password