breaking news New

Srikandi Cup 2018-19 seri 2: Generasi Muda Cirebon Kehilangan Roh Permainan

Isabelle Suryaman (putih), belum bisa memberikan kemenangan di laga perdananya melawan Flying Wheel Makassar. [FOTO: TOTO DHARMADJI]

JAKARTA – SportsChannelIndonesia – Tim Generasi Muda Cirebon (GMC) seperti kehilangan jati diri saat berlaga di kompetisi Srikandi Cup 2018-19 seri kedua, Selasa (12/2) di GOR Grogol, Jakarta Barat. Pada pertandingan yang berlangsung seru itu, GMC harus mengakui Flying Wheel Makassar dengan 57-72 (38-32).

STATISTIK PERTANDINGAN

GMC mendapatkan perlawan sengit dari Flying Wheel. GMC memasang starter M. Elvaretta ‘Fafa’, Christie Rumambi, Isabelle Suryaman, Bella Stephani, dan Celly Marcelina. Sedangkan Flying Wheel memasang starter Jumriah HL, Azizah Humaerah Abas, Vivit Dian Arini, A. Virza Rozaku, dan Ummil Asmi.

Kedua tim berganti menyerang. “Saya ingin mengambil kemenangan di setiap laga,” komentar Han Tae-hi, pelatih asal Korea, tim GMC.

Bella Stephani yang sakit panas akhirnya dimainkan setelah mendapatkan clearance dari dokter. Han Tae juga memainkan center Monica Kristantia Halim dan Isabelle Suryaman. Forward Christie Rumambi akhirnya bisa dimainkan walaupun harus mendapatkan izin dari kantor barunya.

Sedangkan bagi Flying Wheel mereka memang berusaha keras dan ngotot memenangi lagi. Apalagi sepanjang pergelaran Srikandi Cup, Flying Wheel menang 2 kali dari 3 pertemuan melawan GMC. Dengan kemenangan ini, rekor head to head mereka menjadi 3-1 untuk kemenangan Flying Wheel.

“Anak anak memang bersemangat sekali untuk menang,” ucap pelatih Flying Wheel, Eddy Winarso.

Permainan agresif Flying Wheel memang mengagetkan GMC. Beberapa kali mereka terbawa oleh pola permainan lawan. Pola permainan yang bergelombang dan rajin mengambil bola-bola rebound membuat GMC mulai kehilangan kepercayaan diri.

“Anak-anak terbawa oleh pola permainan lawan. Walaupun menang, mereka harus bekerja keras,” ucap Wahyu Gunarto, ketua klub GMC dalam program GREATS GMC di Sports Channel Indonesia. “Kita punya pola sendiri, namun mereka terbawa,” ucap Wahyu.

Flying Wheel leading 21-20 di kuarter pertama. GMC memimpin 18-14 di kuarter kedua. GMC menang dengan 15-14 di kuarter pertama. Keluarnya Christie karena fouled out, membuat GMC kalah telak di kuarter keempat dengan 4-23.

“Tadi pelatih menginstruksikan kita untuk bermain cepat sejak awal. Karena kita lebih cepat dari mereka dan game plan tadi, kami jalankan dengan dengan baik,” kata Jumriah HL salah satu motor kemenangan Flying Wheel.

Christie mengakui kekalahan ini. “Komunikasi hari ini tidak berjalan dengan baik di lapangan, khususnya di kuarter terakhir. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk kita semua,” ujar Christie Apriyani Rumambi, kapten tim GMC Cirebon.

Bella mengakui kekalahan ini. “Lawan bermain lebih baik dan kami seperti kehilangan kepercayaan diri. Kami kalah karena lawan lebih baik. Semoga di gim berikutnya kami bisa memetik kemenangan,” ucap Bella, yang mengaku tidak tahu dengan kondisi lututnya saat terjatuh di kuarter ketiga.

“Saya tidak tahu. Kita lihat aja perkembangannya,” ucap Bella.

Field goal Flying Wheel 40% sedangkan GMC 39%. Flying Wheel menang steal dengan 17 kali sedangkan GMC hanya 5. Turnover GMC 20 sedangkan Flying Wheel 17.

GMC kehilangan semangat dan determinasi mereka. Mereka pun kurang gigih meladeni permainan agresif Flying Wheel. Kehilangan roh permainan menjadi simpulan paling pas.

Celly Marcelina mencetak 14 angka untuk GMC diikuti Christie 12 poin. Sedangkan tiga pemain Flying Wheel mencetak dobel digit yakni Jumriah HL 20 angka, Ummil Asmi 18, dan Vivit Dian Arini 13 angka.

“Saya senang dengan hasil kerja keras kami. Seperti target di awal, kami mencoba setidaknya meraih satu kemenangan di seri ini. Semoga hasil melecut motivasi anak-anak untuk tampil lebih baik lagi dan jangan terlalu puas secara berlebihan,” komentar Eddy Winarso, pelatih kepala Flying Wheel Makassar.

GMC akan menghadapi Tenaga Baru Pontianak, hari ini pukul 15.00 WIB. Eko Widodo

Foto: Toto Dharmadji/SportsChannelIndonesia

Author: Eko Widodo

Pernah bekerja di Tabloid BOLA selama lebih dari 20 tahun. Berpengalaman dalam dunia jurnalistik olahraga dan liputan olahraga internasional ke lima benua selama lebih dari 20 tahun. Memilik gelar akademik STP dalam bidang Teknologi Pertanian; MM dalam Manajemen Pemasaran; dan Ph.D. dalam bidang pendidikan olahraga.

Share this post

Eko Widodo1020 Posts

Pernah bekerja di Tabloid BOLA selama lebih dari 20 tahun. Berpengalaman dalam dunia jurnalistik olahraga dan liputan olahraga internasional ke lima benua selama lebih dari 20 tahun. Memilik gelar akademik STP dalam bidang Teknologi Pertanian; MM dalam Manajemen Pemasaran; dan Ph.D. dalam bidang pendidikan olahraga.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password