breaking news New

Supertim dan Risiko Disruption

Eko Widodo
Sports Channel Indonesia

TAK ada yang bisa menghadang peradaban Uber. Buku Disruption karangan Prof Rhenald Kasali mengupas mengapa taksi konvensional sebesar Blue Bird bermasalah dengan taksi online. Keluhan penurunan penghasilan driver konvensional sedemikian dirasa. Ombak besar peradaban Uber tak bisa dicegah tanpa kita memahami inti dari peradaban itu.

“Kini kita hidup pada era aset-aset konsumtif yang terbuka untuk digunakan bersama, saling berbagi, dan tak harus dimiliki sendiri untuk memulai usaha. Anda bisa saling memanfaatkan sumber daya.” Begitu kalimat yang saya garis bawahi dari tulisan Prof. Rhenald.

Golden State Warriors adalah contoh bagaimana memaksimalkan potensi, tanpa malu dan segan dengan tim lain. Peradaban Uber membuat aset-aset konsumtif yang terbuka untuk digunakan bersama. Aset-aset tidak harus dimiliki sendiri sejak awal.

Kevin Durant tidak didraft oleh Warriors melainkan Seattle SuperSonics (yang sudah almarhum). SuperSonics berubah nama menjadi Oklahoma City Thunder. Durant bahkan pindah dari Oklahoma City Thunder lantas bergabung dengan Warriors. Ia pindah hanya ingin juara NBA.

“Saya memang ingin juara. Pilihan saya benar,” ucap Durant di the Vertical. Durant menjadi juara NBA musim lalu bersama Warriors. Durant tengah menjalani final wilayah Barat melawan Houston Rockets pada musim ini. Kedudukan sampai Senin (21/5) 2-1 untuk keunggulan sementara Warriors.

Durant dan manajemennya sadar penuh bahwa ia harus bekerjasama dengan tim kuat, punya kultur juara, dan ditangani pelatih hebat. Era peradaban Uber memang mengesahkan konsep saling memanfaatkan sumber daya.

Warriors tiga kali ke final beruntun dengan dua kali juara. Pada musim 2017/18 ini mereka berpeluang kembali ke final. Kombinasi pemain dan pelatih mereka sangat ideal dan bermutu.

Ada pelatih Steve Kerr, yang sehat 100% lagi low profile. Kerr pernah dilatih dua pelatih terbaik NBA: Phil Jackson (semasa di Chicago Bulls) dan Gregg Popovich (San Antonio Spurs). Kerr juga pernah bekerjasama dengan pelatih hebat lain, Mike D’Antoni saat menjadi manajer di Phoenix Suns. Mike D’Antoni adalah lawan Kerr karena dialah pembesut Houston Rockets!

Supertim Warriors berintikan Durant, Stephen Curry, defender Andre Iguodala, dan pemain perusak Draymond Green. Cleveland Cavaliers harus melakukan update roster. Supertim Cavaliers ada LeBron James, Kevin Love, pemain perusak JR Smith, dan defender Love. Cavs memasukkan eks guard Indiana, George Hill menggantikan posisi Kyrie Irving yang hijrah ke Boston Celtics.

Jika bertemu, Warriors lebih unggul di Final NBA 2018 karena faktor pelatih Kerr lebih jenius dari Tyronn Lue.

***

ERA supertim sudah masuk di kompetisi lokal Liga Bola Basket Indonesia (IBL). Finalis IBL 2018, Pelita Jaya dan Satria Muda Pertamina adalah dua tim yang memiliki kualitas pemain terbaik. Mereka ditunjang komposisi coaching staff terbaik Indonesia. Final IBL 2017, juga mempertemukan kedua tim terbaik Indonesia ini.

Kita lihat Pelita Jaya. Juara IBL 2017 ini memiliki langganan tim nasional seperti Adhi Prasetyo Putra, Xaverius Prawiro, Respati Ragil Pamungkas, atau Valentino Wuwungan. Pelita Jaya dibesut Johannis Winar, mantan shooting guard nasional. Pelita punya Direktur Teknik yang juga pelatih timnas Asian Games 2018, Fictor Gideon Roring.

Dari rumor yang beredar, supertim Pelita Jaya akan bertambah kuat jika Andakara Prastawa merapat. Memang kontrak Prastawa habis season ini. Prastawa, Fandi Andika Ramadhani, Kristian Liem, dan M. Isman Thoyib harus memperpanjang kontrak dengan Stapac.

Pemilik Stapac, Irawan Haryono, mengatakan bahwa kontrak Prastawa sudah habis dengan Stapac. Negosiasi tengah dijalankan namun tampaknya akan deadlock karena tidak sesuainya besaran kontrak yang dibicarakan. Pelita Jaya memiliki chance besar mendapatkan Prastawa karena ada Ito, seorang negosiator ulung yang berhasil membujuk Xaverius Prawiro bergabung. Ito adalah mantan pebasket Aspac sebelum pindah ke Satria Muda pada 1999.

Satria Muda tidak kalah dahsyat. Mereka punya pelatih kepala Youbel Sondakh yang asisten Ito, panggilan akrab Fictor Roring, di timnas Asian Games.

Pemain muda Satria Muda juga menjanjikan. Regenerasi SM di bawah komando Arki Dikania Wisnu mulai membuahkan hasil. Selain Arki, pemain potensial Satria Muda adalah Juan Laurent Kokodiputra, Hardianus Lakudu, Avan Seputra, dan Kevin Yonas Sitorus. Pemain veteran Christian Sitepu sudah saat bisa tersenyum saat menggantungkan jersey di Britama Arena.

Satu tim lagi yang punya kapasitas sebagai supertim adalah Stapac. Stapac yang dulunya dikenal dengan nama Aspac nyaris ke final, namun harus menerima kenyataan mendapatkan keputusan tak enak di semifinal. Salah satu wasit yang memimpin pertandingan itu akhirnya dikenai hukuman skorsing. Stapac memiliki pemain yang kuliah di China, Vincent Rivaldi Kosasih, Widyanta Putra Teja, Oki Wira Sanjaya, dan Fandi Andika.

Stapac masih menyimpan segala kegusaran di semifinal itu. Selain terancam kehilangan Prastawa, meski sudah bisa diisi skuad muda timnas Abraham Damar Grahita, Stapac juga sudah dipastikan tanpa pelatih Geraldo V. Ramos. Dalam pesan singkat, Bong Ramos mengatakan kembali ke Filina sebab ditunggu posisi sebagai pelatih kepala di tim PBA, Blackwater, menggantikan Leo Isaac.

“Saya sebenarnya sudah izin kepada pemilik klub Blackwater untuk melatih Stapac selama dua tahun. Namun, pemilik juga memberi opsi ke saya untuk setiap saat pulang jika diperlukan Blackwater,” ucap Bong beberapa waktu lalu. Namun Bong tak bisa menutupi kekecewaan karena kekalahan di semifinal dari Pelita Jaya.

“Saya tidak bisa tidur. Jika direview oleh referee dan appeal kami diterima, hasilnya akan berbeda,” kisah Bong Ramos.

Kabarnya, kepergian Bong akan digantikan pelatih asal Lituania, Zibenas Giedrius. Zibenas adalah pelatih yang pernah menangani tim Indonesia di salah satu sesi latihan di Lituania. Indonesia akhirnya meraih perak di SEA Games 2017 Kuala Lumpur.

Tiga supertim memang menjanjikan persaingan seru di level atas. Satu lagi kuda hitam adalah Pacific Caesar Surabaya yang sudah mempersiapkan segala alternatif. Selain kemungkinan bertahan di IBL, Pacific juga mempelajari peluang bergabung dengan liga lain. Kuda hitam lain adalah Garuda Bandung. Garuda terganjal oleh Hangtuah Sumsel.

Bagaimanakah di level tengah dan bawah? Ini pekerjaan yang tidak mudah bagi IBL.

***

BEKERJASAMA dan sharing kekuatan kini tengah populer dilakukan tim-tim NBA. Bursa free agent (bebas kontrak) di tahun lalu, mengantarkan Paul George bergabung dengan Russell Westbrook di OKC Thunder. Namun OKC Thunder tidak cukup kuat kakinya di wilayah Barat.

Houston Rockets yang kini dibesut pelatih terbaik NBA 2017 dan memiliki style up tempo games, Mike D’Antoni, juga mulai membentuk tim super. Duet James Harden disatukan dengan point guard terbaik NBA, Chris Paul (CP3). Rockets masih punya Nene di center Eric Gordon di shooting guard, Ryan Anderson dan Trevor Ariza di small forward, serta ada pemain muda Clint Capella di center, akhirnya ke final Barat melawan Warriors.

Kini, NBA juga hidup pada era aset-aset konsumtif yang terbuka untuk digunakan bersama, saling berbagi, dan tak harus dimiliki sendiri untuk memulai usaha. NBA pun bisa saling memanfaatkan sumber daya.

Memiliki Michael Jordan (6 cincin juara) dan Kobe Bryant (5 cincin juara), dan Tim Duncan (5 cincin juara) adalah aset. Namun, dengan perubahan peradaban ke peradaban Uber, kolaborasi dan kerjasama adalah jawaban pas untuk mengejar juara. Warriors sudah menjadi pelopor itu.

Tampil kembali di final NBA, dengan mengalahkan supertim lain Houston Rockets,akan menjadi bukti bahwa supertim adalah jawaban instan untuk menjadi juara NBA. eko@sportschannelIndonesia.co.id

Author: Eko Widodo

Pernah bekerja di Tabloid BOLA selama lebih dari 20 tahun. Berpengalaman dalam dunia jurnalistik olahraga dan liputan olahraga internasional ke lima benua selama lebih dari 20 tahun. Memilik gelar akademik STP dalam bidang Teknologi Pertanian; MM dalam Manajemen Pemasaran; dan Ph.D. dalam bidang pendidikan olahraga.

Share this post

Eko Widodo568 Posts

Pernah bekerja di Tabloid BOLA selama lebih dari 20 tahun. Berpengalaman dalam dunia jurnalistik olahraga dan liputan olahraga internasional ke lima benua selama lebih dari 20 tahun. Memilik gelar akademik STP dalam bidang Teknologi Pertanian; MM dalam Manajemen Pemasaran; dan Ph.D. dalam bidang pendidikan olahraga.

1 Comment

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register